331 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Ketua KPU : Perlu Evaluasi Pemilu Serentak

Selasa, 30 April 2019 20:26

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang berduka. Angka petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia terus saja bertambah.Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Rahman mengatakan sampai dengan saat ini, Selasa (30/4) pukul 15.00 WIB jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia mencapai‎ 331. Sementara yang sakit sebanyak 2232.“Update data, per 30 April 2019, wafat 331, sakit 2232, total sebanyak 2563 petugas KPPS,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/4).Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, perlu ada evaluasi dari penyelenggaran Pemilu serentak ini, termasuk dengan teknis-teknisnya. Mengingat banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia.“Ya ini jadi perhatian kita semua, setelah pemilu ini perlu kita lakukan evaluasi, bukan hanya terkait dengan sistemnya, tapi juga teknis kerjanya bagaimana,” katanya.Arief mengatakan, Pemilu serentak 2019 ini ‎sangat melelahkan. Apalagi sampai adanya ratusan petugas KPPS yang kehilangan nyawa akibat mengawal pesta demokrasi ini.“Ini melelahkan bagi semua. Bagi penyelenggara pemilu, bagi peserta pemilu, bagi petugas keamanan, bagi masyarkat juga. Ini tentu melelahkan bagi semua, jadi saya pikir perlu dijadikan pembahasan bersama,” pungkasnya.Sekadar informasi, ‎pemerintah telah menetapkan besaran santunan bagi penyelenggara pemilu yang meninggal atau mengalami kecelakaan saat proses pemilu 2019. Besaran santunan itu diketahui dari surat yang dikirim Menteri Keuangan Nomor S-316/MK.02/2019 tertanggal 25 April.

Bagikan berita ini:
6
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar