Cleaning Service Berakhiran Nama Prabowo di Kampung Jokowi Ini Lolos Jadi Anggota Dewan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SOLO–Aura semringah tampak dari wajah dan intonasi bicara Antonius Yogo Prabowo. Pria 42 tahun asal Mojosongo, Banjarsari, ini memang baru mendapat kabar bakal duduk di kursi DPRD Surakarta periode 2019-2024.

Berdasarkan hasil hitung suara internal bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menempatkan satu wakilnya di legislatif. Peluang itu dimiliki caleg yang memiliki nama akhir Prabowo di kampung Jokowi tersebut untuk duduk di DPRD Surakarta.

Maju sebagai pendatang baru, dia bertarung melawan calon legislatif lawas di daerah pemilihan (dapil) basis merah, Jebres. Sebenarnya dia tak memiliki target jumlah suara tertentu saat maju. Namun hasil pemilu 17 April lalu, Yogo mampu mendulang suara yang cukup dijadikan tiket ke gedung dewan di Karangasem.

“Saya sendiri kaget. Karena saya ini bukan siapa-siapa dan tidak punya modal besar seperti caleg lainnya. Orang-orang itu tahu kalau saya adalah caleg kere. Saya nyaleg hanya modal gadai motor. Sekarang motor saya masih digadai. Bisa dicek,” katanya.

Menurut pengakuan dia, hasil gadai motor hanya cukup untuk membuat spanduk dan papan sosialisasi berukuran kecil. Sisanya untuk operasional selama masa kampanye.

Cara kampanye pun tak biasa. Dia tidak menggelar mimbar bebas sebagaimana caleg lain, tidak pula mengundang warga untuk datang dan diberi bingkisan. Melainkan bergabung di kegiatan anak-anak muda yang dia sendiri juga menjalani selama ini.

“Saya punya hobi bercocok tanam secara hidroponik. Saya sejak lama ikut komunitas. Ya sudah di situ saya sampaikan. Kalau di luar komunitas, saya juga lebih sering sosialisasi hidroponik, membawakan bibit tanaman dan lain-lain,” ujarnya.

Yogo juga mengaku masuk ke komunitas game online, pecinta alam hingga karang taruna. Untuk kelompok yang disebut terakhir, Ketua DPC PSI Kecamatan Jebres ini memang telah lama aktif di kegiatan kepemudaan kampung. Nyinom dan kerja bakti sudah dijalani jauh sebelum maju menjadi anggota dewan.

“Saya tidak punya basis massa. Saya dulu cleaning service di sebuah rumah sakit. Sampai akhirnya jadi caleg saya masih bekerja di rumah sakit itu. Tapi ternyata dari komunitas dan kegiatan yang sering saya ikuti dulu, itu yang membuat saya punya banyak teman, hingga akhirnya mereka memilih saya,” ujar dia.

Hadirnya Yogo sesumbar bakal memberi kejutan di DPRD Surakarta. Dia tak ingin hanya menumpang tenar, datang, duduk, diam, tidur dan terima gaji tanpa bekerja. Sebagai pendatang baru, dia berjanji bakal lebih menghidupkan legislatif.

“Meski itu berat karena saya sendirian dalam bersuara. Saya sudah membayangkan sebelumnya. Masyarakat akan melihat, satu anggota parlemen ini ikut arus nggak? Saya harus membuktikan itu,” ujar Yogo.

Baca Juga: PDIP Sudah Tak Sabar Bahas Kabinet Jokowi-Ma’ruf

Satu hal yang akan dia lakukan adalah membawa sistem presensi anggota dewan menjadi konsumsi publik. Dia mengaku telah memiliki aplikasi khusus bagi legislator yang berisi presensi hingga laporan kegiatan harian. Jika ada masyarakat yang tidak puas dapat mengadu di aplikasi yang sama.

“Saya juga akan mengawal dalam penyusunan anggaran sesuai dengan undang-undang serta kebutuhan rakyat. Ini merupakan tantangan bagi saya,” kata dia. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...