Dikabarkan Melenggang ke Senayan, Johan Budi Serahkan Nasibnya pada PDIP

Selasa, 30 April 2019 - 16:13 WIB

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi yang juga caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kemungkinan bakal melenggang ke Senayan menjadi anggota DPR‎ periode 2019-2014.

Juru Bicara Kepresidenan ini mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada partai soal posisinya di parlemen. Johan yang juga merupakan mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku siap diberikan amanah untuk menduduki komisi mana saja.

“Di Komisi mana pun, sepanjang saya bisa maksimal bekerja dan membawa komitmen anti korupsi, saya siap,” ujar Johan kepada JawaPos.com, Selasa (30/4).

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengungapkan, saat di DPR nanti dirinya bakal memperjuangkan dan menyiarakan anti-korupsi. Karena semangat itu juga sejalan dengan perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

‎”Saya akan tetap berkomitmen menyuarakan anti-korupsi dan semaksimal mungkin bisa berguna bagi masyarakat banyak, di mana pun nanti saya berada,” katanya.

Johan juga mengatakan, perhitungan suara sampai saat ini meraih 75 ribu. Hal ini berdasarkan hasil penghitungan suara manual yang diaukan oleh pengurus PDIP di daerah. “Terakhir saya cek suaranya sudah mencapai sekitar 75 ribuan,” ungkapnya.

Diketahui, Johan Budi menjadi caleg nomor urut 01 dari PDIP. Dia mewakili Dapil Jawa Timur VII yang meliputi Ponorogo, Trenggale, Magetan, Ngawi dan Pacitan.

Sementara terpisah, ‎Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo‎ menilai tantangan besar bagi Johan Budi yang akan berada di DPR. Pasalnya, Johan Budi harus juga memperbaiki citra anggota DPR yang selama ini dikenal sebagai sarang korupsi.

“‎Ini tantangan berat, karena bagaimana pun institusi politik dan selama ini tempat di mana tempat di mana korupsi bersarang, kerena kewenangan mereka begitu besar,” ujar Adnan.

Karena itu Adnan menyarankan Johan Budi di DPR nantinya bisa memberikan warna tentang komitmen pemberantasan korupsi di DPR. Dia perlu mengajak rekan-rekannya sesama anggota dewan membantuk kaukus anti-korupsi. Nah itu bisa lintas partai.

“Isinya anggota DPR yang punya dedikasi dan komitmen perang melawan korupsi, sekaligus membangun institusi DPR sebagai institusi yang dipercaya publik. Membangun kapasitas sehingga kerjanya menjadi lebih baik,” katanya.

Memang kelihatannya mendasar. Tapi penting artinya bagi komitmen DPR melawan terhadap segala bentuk korupsi yang terjadi selama ini. “Kalau satu orang saja memang tidak bisa melakukannya, tapi minimal Johan harus bisa memberikan warna,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Johan Budi pada tahun 2006 sampai dengan 2014 Johan Budi adalah juru bicara KPK. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Johan sendiri sudah tiga periode menjadi juru bicara KPK.

Pada 2015, Johan Budi pernah menjadi Pelaksana Tugas (Plt), Wakil Ketua KPK. Dia menjabat bersama dengan Zulkarnain, Idrianto Seno Adji, dan Taufieqrachman Ruki, dan Adnan Pandu Praja dengan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di tahun 2016, Johan Budi resmi menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan. Keputusan ini setelah Jokowi berbicara empat mata dengan mentan pewarta ini. Presiden Jokowi menjelaskan alasanya penunjukan itu karena pengalaman Johan yang dimilikinya. (JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.