Disnakertrans Buka Bursa Kerja, Pelamar Berebut Masuk Tujuh Perusahaan di Lutra

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Pelamar dalam bursa kerja didominasi alumni SMA saat Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Luwu Utara di Warkop teras Adira, Masamba, Senin, 29 April 2019.

Pelamar yang memasukkan permohonan ke tujuh perusahaan sebanyak 33 orang pada hari pertama. Kebutuhan tenaga kerja mencapai 300 orang. ”Kita buka bursa kerja ini sejak 29 April hingga 30 April,” kata Kabid Tenaga Kerja, Disnakertrans, Syamsu Alam.

Perusahaan yang terlibat adalah PNPM Ulam dan Mekar, Indomaret, PT Elegant, Alfamart, PT Honda Astra, PT Hikmah Gemilang, dan PT Adira Finance Cabang Masamba.

Menurutnya, job fair ini digelar sebagai salah satu layanan untuk membantu minimnya informasi lapangan pekerjaan yang tersedia. Job fair atau pameran bursa kerja ini akan mempertemukan kebutuhan pencari kerja dan pencari kerja secara langsung dan diharapkan mengurangi angka pengangguran khususnya di daerah Luwu Utara.

Staf Ahli bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Luwu Utara, Hakim Bukhara, mengatakan, job fair atau pameran bursa kerja ini merupakan implementasi dan komitmen Pemda Luwu Utara berkolaborasi dengan instansi terkait serta pihak swasta. Itu dalam upaya menekan angka pengangguran di Luwu Utara. Sekaligus sebagai penerapan sistem rekriutmen tenaga kerja secara transparan dan kompetitif.

“Penyediaan informasi terpusat melalui job fair ini, mempunyai nilai strategis, karena dapat memberi ruang komunikasi dua arah secara langsung antar pengguna dan pencari kerja sementara Pemda sebagai fasilitator,” jelasnya.

Hakim melanjutkan upaya pembangunan di bidang ketenagakerjaan yang telah dilakukan beberapa waktu terakhir ini belum sepenuhnya memenuhi harapan yang disebabkan makin timpangnya pertumbuhan antara angkatan kerja yang tersedia.

“Menghadapi kondisi ketenagakerjaan seperti ini, maka perlu terus diupayakan perluasan kesempatan kerja secara cerdas dan inovatif sehingga tercipta program kesempatan kerja yang bersifat ramah atau emplyment friendly. Hal tersebut dikembangkan melakui kegiatan seperti pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan, penyediaan tenaga kerja siap pakai serta upaya-upaya lainnya,” ungkapnya. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...