Gaya Hidup Halal

Selasa, 30 April 2019 07:04

Oleh: Hamdan JuhannisBaru-baru ini saya mengikuti seminar tentang gaya hidup halal di kalangan masyarakat Muslim dalam menyambut Hari Kartini di Baruga Pattingaloang Rujab Gubernur Sulsel, yang dilaksanakan oleh MUI Sulsel bekerjasama dengan beberapa Ormas Perempuan. Narasumber berasal dari tokoh perempuan Sulsel. Saya menyimak betapa banyaknya ide-ide brillian yang muncul dalam seminar tersebut.Sorotan dari Ibu Liestiaty F. Nurdin sangat menarik ketika menunjuk bahwa perlunya penguatan prilaku hidup halal ini seiring dengan mobilitas masyarakat Muslim yang begitu tinggi. Dengan aktivitas para ibu yang semakin instens tentu tidak memungkinkan untuk bisa membawa makanan sendiri atau membawa rantang ke mana-mana. Ibu Lies mengurai bahwa sebenarnya Ibu-ibu dulu memiliki kebiasaan membuatkan makanan suaminya yang bisa bertahan lama kalau bepergian yang sekarang ini sudah tidak ditemukan.Senada dengan ibu Lies, Ketua Wilayah Muslimat Sulsel, Ibu Andi Majdah Agus AN yang juga menjadi narasumber menyampaikan spekulasi menarik bahwa bisa saja rumah-rumah ke depan itu tidak lagi memiliki dapur, karena aktivitas memasak cenderung hilang di rumah. Ibu Majdah mencontohkan bahwa, anggota keluarga sekarang kalau lapar bukan pergi ke dapur tetapi langsung mengambil gadget untuk memesan makanan dengan gojek.Ibu Nurhayati Azis, Ketua Aisyiah Sulsel menjelaskan beberapa upaya organisasi ‘underbow’ Muhammadiyah tersebut mengaktifkan perempuan Muslimah untuk berpartisipasi langsung pada upaya memasyarakatkan gaya hidup halal. Ibu Amrah Kasim, Ketua Majelis Perempuan MUI Sulsel menunjuk betapa Qur’an menegaskan perlunya memperhatikan sisi kehalalan dan sisi kualitas makanan. Amrah beragumen bahwa mengapa hal ini ditegaskan oleh Qur’an karena akan menjadi bagian dari darah yang mengalir dalam tubuh.

Bagikan berita ini:
4
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar