Jangan Coba-Coba Geser Suara Caleg Lain, Itu Bisa Pidana

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Dinamika rekapitulasi perolehan suara calon anggota legislatif makin seru. Muncul dugaan ada caleg tertentu yang kasak-kasuk mencari suara tambahan dengan cara melobi caleg lain yang minim suara.

Situasi itu hampir terjadi di semua partai peserta pemilu 2019 baik tingkat DPRD kabupaten/kota, provinsi hingga DPR-RI.

Supriansa, calon anggota DPR-RI dari partai Golkar berharap pelaksanaan rekap suara di semua kabupaten bisa berjalan dengan lancar, terkhusus di dapil 2 sulsel yang meliputi Maros, Pangkep, Barru, Pare-Pare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, Bulukumba.

“Kita tentu berharap tidak ada oknum caleg yang berusaha untuk menggeser caleg lain atau suara partai walau sebenarnya sudah ada indikasinya. Apabila itu berani di lakukan maka pasti dengan mudah ketahuan. Karena hasil perhitungan C.1 Plano sudah di scan langsung ke DPD Golkar juga sudah di scan ke KPU pusat sejak selesai perhitungan suara di TPS masing-masing,” kata Supriansa, Selasa 30 April 2019.

Rentang waktu rekapitulasi suara yang terlalu lama di PPK dan KPUD tak perlu dirisaukan. Itu karena menurut mantan Wakil Bupati Soppeng ini, Jika ada yang mencurigakan maka otomatis pihak lain bisa mengadukan hal tersebut ke KPU pusat dan pasti ketahuan.

Baca Juga: Tak Lagi Jabat Wakil Bupati, Supriansa Tetap Pikirkan Pembangunan Soppeng

Dan kalau itu terjadi maka pasti berbuntuk Pidana kurungan. Baik yang melakukan maupun yang menerima manfaat atau junto pasal yang turut merencanakan dan yang melakukan pergeseran suara tersebut.

Politikus yang mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Soppeng ini meyakini, rekap suara akan sangat susah dipalsukan karena banyak pihak yang memegang bukti C1. Angka-angka itu ada sama caleg, penyeleggara KPUD dan Bawaslu.

Supriansa mengendus ada beberapa caleg yang tetap kasak-kusuk mencari suara tambahan dengan cara melobi caleg yang sudah tidak potensial.

“Suara yang berpotensi di geser adalah suara partai dan suara caleg yang tidak bisa mengejar ketertinggalannya lagi dan rumus seperti itu semua orang sudah mengetahuinya,” bebernya.

Caleg yang menggeser suara bisa terancam hukuman penjara 36 bulan atau 3 tahun. Dan denda puluhan juta rupiah. Dan juga Partai Golkar tentu memecat yang bersangkutan.

Karena itu dia meminta mari menjadikan pemilu ini menjadi pemilu yang bermartabat punya nilai demokrasi yang jujur dan adil. Dan tidak di kotori dengan praktek-praktek curang dan manipulatif. Sangat Katerlaluan jika masih ada caleg yang mau melakukan kecurangan demi meraih kursi DPR itu dengan cara-cara kotor dan menjijikkan,” pungkas Supriansa. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...