Jemaah Haji Asal Makassar Ditempatkan di Zona Syisyah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Zonasi penempatan jemaah haji asal Indonesia di Mekkah sudah disepakati. Total ada tujuh zona yang telah ditentukan.
Zona pertama disebut Syisyah. Di sana ditempat jemaah haji asal Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG).
Zona kedua yakni Raudhah. Di sana ditempatkan jemaah haji asal Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta – Pondok Gede (JKG). Zona ketiga yakni Misfalah, khusus untuk Embarkasi Jakarta–Bekasi (JKS)
Zona keempat yakni Jarwal, khusus untuk Embarkasi Solo (SOC). Zona kelima Mahbas Jin untuk Embarkasi Surabaya (SUB), zona keenam Rei Bakhsy untuk Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan, serta zona terakhir yakni Aziziah untuk Embarkasi Lombok (LOP)
“Layanan katering dan transportasi bus shalawat di Makkah juga mengacu pada ketetapan awal, hanya jumlahnya disesuaikan dengan adanya penambahan kuota,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui rilisnya, Selasa (30/4).
Kesepatakan soal zonasi tersebut dilakukan tiga menteri. Ketiganya yakni Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Kesehatan Nilla F Moeloek dalam rapat koordinasi di Wisma Haji, Makkah.
Rapat mengagendakan pembahasan tentang kesiapan penyediaan layanan haji di Arab Saudi. Termasuk untuk 10 ribu kuota tambahan yang telah diberikan Raja Salman kepada Presiden Joko Widodo.
Rapat dihadiri juga oleh Dubes RI di Saudi Agus Maftuh, Konjen RI di Jeddah Muhammad Hery Saripudin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali beserta jajarannya, tim Kemenkes, serta Konsul Haji KJRI Endang Jumali dan jajaran Kantor Urusan Haji (KUH). “Kebijakan tambahan kuota 10.000 dikhususkan untuk lansia dan pendamping,” lanjut Lukman.
“Kita tetap fokus pada layanan, walaupun ada penambahan kuota 10.000. Ini penting agar tidak terjadi penurunan kualitas layanan kepada jemaah,” lanjutnya.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar, menambahkan, sampai saat ini,  persiapan layanan di Makkah sudah hampir final, baik akomodasi, katering, maupun transportasi. “Total layanan di Makkah sudah 95 persen siap, termasuk dengan kuota tambahan,” terangnya.
“Untuk layanan di Madinah, masih proses akhir untuk yang penambahan kuota,” tandasnya.
Selepas rakor, Menko PMK, Menag,  dan Menkes bersama tim penyedia layanan dan KUH meninjau kesiapan dan kualitas  hotel yang akan ditempati jemaah haji Indonesia. Besok, rombongan dijadwalkan akan bertolak ke Madinah.
“Di Madinah, akan ada peresmian Kantor Kesehatan Haji Indonesia yang baru,” tutup Nizar. (iad) 
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...