KPK Rencana Terapkan Tahanan Super Maximum Security

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berencana akan menerapkan tahanan super maximum security untuk para koruptor. Hal ini dilakukan untuk membuat efek jera para koruptor.

Rencana penerapan super maximum security ini dimunculkan setelah Agus melakukan kunjungan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. Menurutnya, penerapan super maximum security bisa diterapkan kepada para koruptor.

“Disamping ada penghukuman, juga ada pembinaan. Penjeraan kita dalam tanda kutip kurang berhasil, karena mestinya mengembalikan keuangan negara tapi malah di hukum badan,” kata Agus di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/4).

Agus menuturkan, rumah tahanan untuk para koruptor saat ini tidak membuat efek jera. Bahkan ketika mereka sudah bebas dari jeratan hukum, bisa jadi mengulangi lagi perbuatannya.

Agus menyebut, saat ini terdapat keistimewaan untuk napi koruptor yang masih mempunyai uang meski berada di dalam rumah tahanan. Sehingga ada kekhususan terhadap koruptor yang masih mempunya banyak uang.

“Napi yang dipenjara itu kalau Tipikor bisa menjadi istimewa, yang enggak punya duit bisa disuru-suruh untuk bersihkan kamarnya. Kalau khusus untuk tipikor memang bahaya nanti ada kekhususan,” ucap Agus.

Oleh karena itu, Agus berharap wacana rutan super maximum security dapat diterapakan untuk para koruptor. “Yang kita harapkan penjeraan, Kalau orang sudah sadar bisa menjadi agen kita menularkan kepada masyarakat untuk tidak mengulangkan hal yang sama. Mudah-mudahan dengan sistem seperti itu yang kita harapkan terealisasi,” pungkasnya. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar