KPK Sita Dokumen Gula Rafinasi dari Ruang Mendag

Selasa, 30 April 2019 - 11:10 WIB
Penyidik KPK memasukkan koper berisi barang bukti, usai melakukan penggeledahan di kantor Kemendag, Senin (29/4) (Maiftahul Hayat/JawaPos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–KPK mulai menelusuri asal usul duit gratifikasi yang diduga diterima anggota nonaktif Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso. Kemarin (29/4) penyidik menggeledah ruang kerja Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita dan sejumlah ruang lain di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Penggeledahan dilakukan sejak pagi hingga petang. Tim penindakan KPK yang berjumlah lebih dari lima orang itu keluar dari kompleks gedung utama Kemendag pukul 18.22. Mereka membawa sejumlah koper dari gedung di Jalan Ihwan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, itu. Selain ruang kerja Mendag di lantai 5, tim menggeledah ruang Biro Hukum Kemendag di lantai 7 serta beberapa ruang lain.

Juru Bicara, KPK Febri Diansyah mengungkapkan, dalam penggeledahan itu, pihaknya mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan aturan tentang gula rafinasi serta barang bukti elektronik. Peraturan yang dimaksud adalah Permendag Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, Bowo mendapat uang Rp 2 miliar dari utusan Enggar untuk “pengamanan” pembahasan permendag tersebut di DPR. Kemendag merupakan salah satu mitra Komisi VI DPR.

Keterangan tersebut disampaikan Bowo di tahap penyidikan. “Keterangan itu di-BAP (berita acara pemeriksaan, Red) sama penyidik,” kata sumber tersebut. Uang itu diduga sebagai bentuk penerimaan gratifikasi.

Total KPK mengamankan Rp 8 miliar dalam perkara suap dan gratifikasi Bowo. Duit yang dikemas dalam 400 ribu amplop bercap jempol itu diduga akan digunakan Bowo untuk operasi “serangan fajar” Pemilu 2019.

Petugas KPK melakukan penggeledahan di kantor Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Dari penggeledahan itu sejumlah dokumen disita petugas. (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, indikasi sumber uang gratifikasi Bowo yang diduga berasal dari Mendag memang terus didalami. Pihaknya ingin memastikan apakah keterangan yang disampaikan Bowo tersebut benar.

Baca Juga: Kasasi JPU Ditolak, MA Vonis Bebas Dahlan Iskan

Secara terpisah, Mendag, Enggartiasto Lukita mengaku mengetahui penggeledahan ruang kerjanya. Namun, saat itu dia sedang tidak di kantor. Enggar membantah keterangan Bowo terkait pemberian uang Rp 2 miliar. “Apa urusannya saya ngasih duit,” katanya di kompleks istana kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Enggar juga membantah dikaitkan dengan alasan pemberian izin di Kementerian Perdagangan. Menurut dia, itu tidak masuk akal. “Yang memberikan izin saya kan? Apa urusan dia? Kenapa saya harus mengasih uang kepada orang lain? Kecuali, dia yang memberi izin,” katanya. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.