Pilpres Endgame

Selasa, 30 April 2019 07:02

Oleh: Muh. Quraisy Mathar (Dosen UIN Alauddin)SAYA baru saja menonton sequel akhir film Avengers yang diberi label “endgame”. Satu kata menutup tontonan tersebut “wah”. Entah kenapa saya jadi teringat pilpres yang seharusnya juga sudah endgame.Mungkin karena efek pertarungan panjang yang seakan-akan tak berujung, namun toh… akan endgame juga.Menarik, rumah produksi Avengers memilih sequel akhir dengan label “endgame” bukan “game over”. Hal inilah yang juga memantik otak kiri dan kanan saya secara bersama melirik sembari tersenyum ke arah pilpres. Pesta demokrasi yang memang selalu endgame, bukan game over, sebab selalu di-restart pada waktunya.Sebut saja, Natasha, Tony Stark (iron man), dan Thanos adalah para petarung yang gugur dalam sequel Avengers. Mereka menjadi cerminan para calon dan timses yang gugur saat bertarung dalam sequel pilpres. Sebut juga, ribuan masyarakat Wakanda, Asgard, dan Titan yang gugur dalam “clash of the titans” (pertarungan para raksasa) dalam sequel Avengers. Mereka juga menjadi cerminan masyarakat yang gugur saat kontestasi pilpres berlangsung.Pilpres yang sejatinya menjadi pesta, memang masih terus untuk belajar dieja oleh anak-anak negeri ini. Sadar maupun tak sadar, kita sudah berhasil mengajarkan hoaks, ujaran kebencian, akal sehat yang terbolak-balik, ketidakpercayaan, serta sejumlah konten negatif lainnya kepada anak cucu kita.Tak usah marah, jika mereka kini lebih percaya medsos dibanding orang tuanya, sebab perilaku dan sikap orang tuanya sudah sama persis dengan apa yang diajarkan oleh gadget dan android yang telah secara sadar telah kita letakkan di jemari kecilnya dan terbenam jauh ke dalam otak kanak-kanak mereka.

Bagikan berita ini:
8
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar