Spurs vs Ajax, Duel Pembunuh Raksasa

Selasa, 30 April 2019 - 10:15 WIB
Pemain Ajax merayakan gol mereka ke gawang Juventus yang mereka singkirkan di 8 besar/EPA

FAJAR.CO.ID, LONDON—Tottenham Hotspur akan menantang jagoan Belanda, Ajax di leg pertama babak semifinal Liga Champions 2018/2019, dinihari nanti. Menilik perjalanan mereka ke empat besar, laga ini pantas mendapat label duel pembunuh raksasa.

Spurs, julukan Tottenham lolos ke semifinal untuk kali pertama setelah 57 tahun dengan menyingkirkan tim termahal dunia, Manchester City di delapan besar. Meski kalah 3-4 di Etihad, klub London Utara itu mengeliminasi anak asuh Pep Guardiola berkat keunggulan gol tandang setelah menang 1-0 di leg pertama.

Ajax tak kalah hebat. Tak hanya melibas juara bertahan, Real Madrid dengan agregat 5-3 di babak 16 besar, tim muda Belanda itu juga mempermalukan Juventus yang diunggulkan akan memenangkan Liga Champions setelah mendatangkan Cristiano Ronaldo. Setelah imbang 1-1 di Amsterdam, mereka kemudian menaklukkan  Si Nyonya Tua dengan skor 2-1 di Turin.

Dengan status keduanya sebagai pembunuh raksasa dan sama-sama menganut sepak bola menyerang, laga yang akan berlangsung di Tottenham Stadium ini diprediksi bakal sengit. Tak heran Manajer Spurs, Mauricio Pochettino mengaku sedikit kerepotan menyiapkan pasukannya. “Sulit untuk mempersiapkan semifinal melawan tim yang sangat bagus seperti Ajax,” kata Poche di News 18.

Yang dikhawatirkan Poche adalah kebugaran anak asuhnya. Meski melakukan empat perubahan saat kalah 0-1 dalam derby London kontra West Ham United yang menjadi kekalahan perdana mereka di Tottenham Stadium, ia tidak yakin bisa menyamai kondisi Ajax. Itu karena Ajax diberi libur akhir pekan oleh Asosiasi Sepak Bola Belanda yang menunda seluruh laga Eredivisie.

“Tentu saja, itu sedikit tidak adil dalam cara kita tiba di kompetisi [melawan Ajax] tetapi kita perlu menerimanya dan apa yang bisa kita lakukan? Kami tidak dapat mengubah apa pun. Kita perlu menerimanya dan berusaha menjadi kuat,” tegas pelatih berpaspor Argentina itu di The Guardian.

Tapi, kondisi kelelahan akibat harus melakoni delapan pertandingan sejak awal April dan kehilangan pilar seperti Harry Kane dan Heung-min Son akan sedikit tertutupi dengan motivasi besar pemain-pemain Spurs. Gelandang The Lilywhite, Eric Dier menegaskan, ini adalah pertandingan besar dan mereka punya ambisi besar memenangkannya.

“Ini adalah pertandingan yang sangat besar, permainan yang sangat istimewa di sini di stadion baru. Ini adalah permainan khusus untuk para pemain, para penggemar, semua orang di klub. Kami akan mencoba melupakan West Ham sekarang dan menantikan pertandingan itu. Kami tahu betapa pentingnya hal itu dan betapa menyenangkannya bisa bermain dalam permainan seperti itu,” kata Dier di situs Spurs.

Sebagai tuan rumah, pemain Inggris itu berharap merea bisa memaksimalkan leg pertama ini. Bagi Dier, kemenangan sangat penting meski mereka masih harus terbang ke Belanda, pekan depan. “Kami telah belajar di Liga Champions, terutama di pertandingan terakhir, bahwa leg pertama adalah hanya paruh pertama pertandingan. Ini kompetisi yang luar biasa dan mudah-mudahan kita bisa terus maju,” ujarnya.

Terlepas dari ambisi dan optimismenya, Dier tetap memberi respek tinggi pada Ajax dan percaya duel ini bakal ketat. “Mereka punya banyak pemain muda yang bagus, kita kenal mereka dengan baik sekarang karena ada sejumlah pemain di sini yang telah bermain untuk Ajax dan karena kampanye fantastis mereka. Mereka pantas berada di tempat mereka sekarang dan kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit,” kunci Dier.

Ajax yang sudah menjejak delapan semifinal termasuk yang terakhir pada 1996/1997 juga memberi hormat pada lawannya. Namun, sukses menyingkirkan Madrid dan Juventus dan tidak terkalahkan di laga tandang Liga Champions musim ini membuat mereka sangat percaya diri menuju London.

“Kami adalah tim yang tertindas melawan Madrid dan Juventus. Tetapi kami sadar diri dan kami tahu kami akan memiliki peluang. Kita harus berada di level atas. Jadi kita bertanggung jawab atas tindakan kita sendiri dan sebagian hasilnya. Jadi jika kita bermain bagus, kita bisa mengalahkan mereka,” kata Pelatih Ajax, Eric Tan Hag di beIN Sports.

Pemain serba bisa Ajax, Daley Blind menambahkan, laga ini akan menjadi pertandingan menarik dan istimewa baginya. Selain karena sempat merumput di Inggris bersama Manchester United, ia juga harus berhadapan dengan mantan rekannya. Seperti diketahui, di kubu Spurs ada Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Christian Eriksen, dan Davinson Sanchez yang pernah bermain di Ajax.

“Bermain melawan Spurs istimewa. Tentu saja karena Jan dan pemain lain dari Ajax. Kita berhubungan baik di luar lapangan. Dia (Jan Vertonghen) adalah teman. Kami saling menelepon. Tapi sekarang kami saling bertemu di semi final, betapa istimewanya itu?” kata Blind kepada De Telegraaf dikutip dari Voetbal Primeur.

Kedua klub sebelumnya hanya pernah bertemu di putaran pertama Piala Winners 1981/1982. Saat itu, Spurs unggul agregat 6-1. Setelah menang 3-1 di Amsterdam, Spurs kemudian menggasak Ajax tiga gol tanpa balas di London. Spurs saat itu lolos hingga babak semfinal sebelum dihentikan Barcelona.

Walau baru pertemuan ketiga, Spurs maupun Ajax diyakini sudah paham gaya masing-masing. Itu karena mereka sama-sama sudah berpengalaman menghadapi tim dari asosiasi lawan mereka. Seperti diketahui, Spurs sudah 17 kali bermain menghadapi klub Belanda dengan rekor sembilan kali menang dan tiga kekalahan. Sedangkan Ajax, mereka sudah bertemu klub Inggris 22 kali. Rekor Ajax menghadapi wakil Premier League adalah tujuh menang, tujuh kalah, dan delapan kali imbang. (amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.