Duka Menyelimuti Kongres INI, Satu Peserta Meninggal Dunia


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang digelar di Hotel Claro diwarnai duka cita. Satu peserta kongres asal Bengkulu, Eyota Madius, meninggal dunia, Selasa, 30 April, kemarin.

“Dengan meninggalnya rekan kita atas nama Eyota Madius, saya atas nama OC dan SC menyampaikan rasa duka cita yang dalam. Kita doakan segala amal dan ibadahnya diterima dan kesalahannya diampuni serta mendapat tempat yang mulia. Serta, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Ketua SC, Ahmad Yulias saat konferensi pers, Rabu, 1 Mei 2019.

Pihaknya sengaja menggelar konferensi pers karena banyaknya kabar simpang siur yang beredar. “Almarhum sempat sarapan di hotel dan melakukan registrasi sebagai peserta dan mengikuti kongres. Setelah isoma, Eyota Madius kembali ke kamarnya karena merasa tidak enak badan,” kata Ahmad.

“Selanjutnya dibawa ke RS Islam Faisal. Sekitar pukul 17.15 Wita almarhum dinyatakan meninggal oleh dokter,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Ahmad, pihak RS menghubungi keluarga almarhum di Bengkulu dan diperoleh informasi bahwa memang ada riwayat jantung. “Itu informasi akurat yang kami dapatkan dari petugas hotel,” katanya.

Ketua Panitia Kongres, Hustam Rahim, menambahkan bahwa Eyota dipastikan tidak berada di ruang kongres pada saat kejadian. 

“Saya ada di ruangan kongres. Karena berita simpang siur seolah-olah kejadiannya di ruang kongres. Ini yang harus saya luruskan bahwa sejak kongres dibuka mulai pagi sampai ada berita ada yang meninggal dunia kebetulan saya selaku pimpinan sidang tetapi tidak satu pun saya melihat ada orang yang bermasalah dengan kesehatan. Tidak ada yang pingsan, dibopong apalagi sampai meninggal dunia di dalam ruangan kongres,” katanya. 

Dia ingin meluruskan bahwa berita ada yang menyebut almarhum meninggal saat rangkaian kongres itu tidak benar. 

“Kami sebagai presidium pada waktu itu kami berinisiatif mengedarkan sumbangan dan skorsing sidang untuk doa dan ucapan bela sungkawa.”

Kata dia, seluruh pembiayaan yang timbul dari prosesi sejak meninggal sampai pemberangkatan jenazah tadi pagi ke Bengkulu itu ditanggung oleh pengurus pusat INI. “Meskipun sebenarnya ini kejadiannya bukan di area kongres, lebih sifatnya pribadi. Tetapi karena beliau datang dalam rangka kongres maka pengurus pusat mengambil alih tanggung jawab itu,” katanya.

Anggota Tim Medis Claro, Silpa, juga memastikan almarhum meninggal karena serangan jantung. “Itu meninggalnya Bapak karena dia ada riwayat jantung. Pertama diperiksa masih ada nadinya dalam kamar. Kami langsung bawa ke rumah sakit. Sampai di sana langsung ditindaki sama dokter selama 15 menit dan dinyatakan meninggal dunia,” katanya. (rul)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...