Kalah, Eriksen Akui Spurs Bermain Buruk

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, LONDON—Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen mengakui kekalahan timnya di leg pertama babak semifinal Liga Champions. Kepada BT Sport, pemain internasional Denmark itu menyebut Spurs memang bermain buruk dan memudahkan Ajax.

“Kami di bawah par, kami tidak memainkan yang terbaik sama sekali. Dalam 20 menit pertama, kami hanya melihat bola. Kami perlu banyak mengubahnya untuk pertandingan berikutnya. Kami membuat mereka terlihat jauh lebih baik. Mereka adalah tim yang baik, tetapi kami membantu mereka sepanjang jalan. Itu salah kami. Kami lebih baik di babak kedua,” katanya.

“Pada awalnya, sistem tidak masalah. Perubahan itu memberi kami cara berbeda untuk menekan, untuk bermain lebih langsung. Tapi kami masih jauh dari tempat kami tahu kami bisa berada. Tidak ada yang ingin bermain di babak pertama seperti yang kami lakukan. Semua orang tahu kami tidak bersaing. Kami masih kalah, tapi kami lebih baik di babak kedua,” ujarnya.

Pada laga di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu, 1 Mei, yang berakhir subuh, Ajax mengontrol pertandingan sejak awal. Dengan trisula David Neres, Dusan Tadic, dan Hakim Ziyech, mereka pun mampu memberi ancaman ke pertahanan tuan rumah.

Di menit ke-15, Ajax yang di babak sebelumnya menyingkirkan Real Madrid dan Juventus mampu unggul 1-0. Mendapat umpan dari Ziyech, Donny van de Beek yang lolos dari jebakan offside dengan mudah menaklukkan Hugo Lloris dengan tendangan kaki kanan jarak dekat.

Tertinggal 0-1, Spurs mencoba bangkit. Namun, mereka kesulitan mengembangkan permainan. Dengan penguasaan bola yang hanya 37 %, Lucas Moura, Fernando Llorente, dan Dele Alli nyaris tanpa ancaman berarti ke gawang tim tamu.

Spurs harus kehilangan bek andalan mereka, Jan Vertonghen di menit ke-39 akibat cedera kepala usai terkena sikut kiper Ajax, Andre Onana di menit ke-32. Palang pintu asal Belgia itu sempat mencoba bermain kembali setelah mendapat perawatan sekitar enam menit. Akan tetapi, ia kemudian meminta keluar. Pelatih Spurs, Mouricio Pochettino terpaksa mengubah formasi dengan memasukkan gelandang Moussa Sissoko.

Masuknya Sissoko membuat Spurs mulai mampu mengembangkan permainan. Mereka pun bisa mendapatkan peluang bagus lewat Toby Alderweireld di menit-menit akhir. Sayang, sundulan sang bek yang mencoba memanfaatkan tendangan bebas hanya melayang tipis di atas mistar gawang. Skor 1-0 pun menjadi hasil babak pertama dengan Spurs tanpa tendangan tepat sasaran sama sekali.

Kembali dari ruang ganti, Spurs tampil lebh agresif. Mereka pun mulai bisa memberi ancaman serius. Peluang terbaik didapatkan Spurs di menit ke-49 ketika Moura berhasil mengirimkan umpan kepala kepada Alli. Sayang, tendangan voli Alli dari dalam kotak penalti masih bisa ditangkap Onana.

Berselang beberapa menit, Alli kembali mendapat peluang bagus di depan gawang. Namun lagi-lagi peluang lewat umpan Moura itu terbuang percuma. Bola hasil sundulan Alli masih melayang di atas mistar gawang.

Ajax nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-77 lewat sebuah serangan balik dari sisi kanan. Beruntung bagi tuan rumah, bola hasil tendangan kaki kiri Neres masih mengenai tiang gawang sebelah kiri meski Lloris sudah mati langkah.

Tuan rumah melakukan dua pergantian pemain sekaligus di menit ke-79. Ben Davies dan Juan Foyth dimasukkan Pochettino menggantikan Kieran Trippier dan Danny Rose. Namun, pergantian itu tidak mampu mengubah keadaan. Skor 1-0 tetap menjadi hasil akhir.

Dengan kemenangan ini, Ajax membuka jalan ke final untuk menghadapi pemenang antara Barcelona versus Liverpool. Selain hanya membutuhkan hasil imbang, mereka juga akan memainkan leg kedua di kandang sendiri. Sebaliknya, Spurs mesti bekerja keras membalikkan keadaan dimana mereka minimal harus menang 2-1. (BBC/amr)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...