Erick Thohir Dinilai Layak Duduki Jabatan Menpora

Kamis, 2 Mei 2019 - 10:32 WIB
HOAX: Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan dirinya diserang oleh beberapa isu hoaks di hajatan Pilpres 2019. (Isa Bustomi/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Pembicaraan mengenai nama-nama tokoh yang dianggap layak menjadi menteri di Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin semakin santer. Salah satu tokoh yang sering disebut namanya adalah Erick Thohir.

Meski hasil akhir Pilpres harus menunggu pengumuman resmi dari KPU. Nama Erick Thohir sudah beredar di dunia maya, masuk daftar kandidat kuat menteri. Pengamat Politik, Hendri Satrio juga memasukkan nama bos Mahaka Group dalam daftar calon menteri Kabinet Jokowi–Ma’ruf.

Hanya saja, Hendri belum berani berspekulasi kursi menteri apa yang sekiranya diberikan ke pria kelahiran 30 Mei 1970 itu.
“Erick Tohir mungkin masuk, ya enggak tahu nanti mau ditempatkan di mana seorang Erick,” kata Hendri.

Menurut Anda, jabatan menteri apa yang pas Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018 itu? “Erik cocok di Menpora,” komentar pembaca JPNN (Fajar Grup), bernama Restoe Boemi.

Pendapat tersebut tidak berlebihan, mengingat kiprah Erick yang sudah malang melintang di urusan olah raga. Pernah menjadi bos Inter Milan, juga sempat menjadi pemilik klub bola basket NBA, Philadelphia 76ers.

Ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin itu juga dipercaya menjadi Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA).

Baca: Karding Optimis Artis yang Mencaleg di PKB Lolos ke Senayan

Baca: Isu Garis Keras

Namun, Erick Thohir juga dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Kawan dekat Sandiaga Uno itu terus mengembangkan perusahaannya, terutama di bidang media. Apakah demikian Erick juga berpeluang menjadi menteri yang mengurus masalah ekonomi? Tergantung Jokowi.

Yang pasti, menurut Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Amin, Hendrawan Supratikno, Jokowi mencari pembantu yang berani, tegas, jujur dan kompeten.

“Dan yang penting, tidak lagi membuat dikotomi antara profesional dan politisi,” ujar Hendrawan. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.