Janji Tindak Tegas Anarcho Syndicalism, Tito Tak Singgung Penganiayaan Wartawan

Kamis, 2 Mei 2019 - 14:07 WIB
Kapolri Jenderal M. Tito Karnavian.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, ucapan terima kasih kepada seluruh buruh di Indonesia yang menggelar aksi May Day dengan damai pada Rabu (1/5) kemarin.

Namun, aksi damai itu dinodai dengan adanyan ulah rusuh penyusup pada perayaan May Day di Bandung, Jawa Barat.

Tito mengatakan, pihaknya sudah melakukan identifikasi terhadap pelaku yang yang rata-rata mengenakan pakaian serba hitam itu. “Ada satu kelompok yang namanya Anarcho Syndicalism dengan simbol A. Ini bukan kelompok fenomena lokal tapi fenomena internasional,” ujar dia di Mabes Polri, Kamis (2/5).

Mantan kapolda Papua ini memastikan, pihaknya akan menindak tegas kelompok tersebut yang membuat onar saat hari buru kemarin. “Polri mengatasi hal itu, kami pasti akan tegas, tetapi kami minta pemetaan kelompoknya kemudian dilakukan pembinaan pada mereka,” sebut Tito.

Sayangnya, Tito tidak menyinggung kasus penganiayaan dua wartawan yang dilakukan polisi saat meliput aksi keributan di Bandung.

Tito menambahkan, pemikiran dari gerakan itu condong melawan pada seperangkat aturan yang berlaku. Sistem atau aturan-aturan bagi mereka adalah wajib untuk dilawan.

Baca: Polisi Aniaya Wartawan di Bandung, DPR Desak Propam Polri Turun Tangan

Menurut Tito, ajaran tersebut pun telah berkembang pesat di berbagai kawasan seperti di Rusia, Eropa, Amerika Selatan, dan Asia. Di Indonesia sendiri juga tersebar, baik di Bandung, Jakarta, maupun Surabaya.

“Di Indonesia baru berkembang beberap tahun terakhir ini. Kami lihat tahun-tahun lalu di Jogja ada di Bandung. Sekarang juga ada Surabaya ada di Jakarta melakukan aksi kekerasan vandalisme, aksi coret-coret, ada yang merusak pagar jalan,” tandas Tito. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.