Mahasiswa Ini Jadi Korban Pemukulan Satpam Unhas

Kamis, 2 Mei 2019 23:10

Saat digiring itulah, Cahe mendapat kekerasan. Dia mendapat pukulan di kepala, dagu, dan sekujur tubuhnya. Bahkan sempat dimasukkan ke got. Di situ dia juga pukuli.”Di got rektorat, di tarik baju saya. Hapeku terlempar. Di situ got, sambil dipukuli diinjak ditendang, kepala bagian belakang,” ujar Cahe.Tak puas. Satpam kembali menggiringnya ke kantor Satpam. Di sana dia diintimidasi bahkan tetap dipukul. Cahe selalu menjelaskan, bahwa dia tidak terlibat. Dia korban salah tangkap. Dia habis latihan teater. Namun, Satpam tak percaya.”Di panggil ka ikut. Saya jawab untuk apa, tapi saya dipaksa. Dibawa ka kayak tahanan, rambut saya jambat. Saya menengadah ke atas, sambil di bawah dan dipukuli. Makin banyak yang memukuli saya.”Cahe baru dibebaskan setelah di bawah ke Rektorat. Di sana, Cahe dibebaskan dan diminta berobat ke rumah sakit. Cahe ditemani seorang pegawai Unhas.Satpam dan birokrasi kampus mengakui kalau Cahe korban salah tangkap. Tak terlibat. “Saya tidak hitung berapa orang yang pukul. Setelah kejadian itu, saya disuruh pergi berobat. Saat ke Rumah Sakit saya ditemani pegawai. Di RS saya diperiksa, diberi resep obat dan diantar balik ke TKU.”Cahe berharap agar satpam yang memukulnya diberi sanksi.Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu yang dikonfirmasi lewat whatsapp belum memberikan respons atas insiden itu. (ham)

Bagikan berita ini:
2
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar