Mahasiswa Ini Jadi Korban Pemukulan Satpam Unhas

Kamis, 2 Mei 2019 23:10

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Mahasiswa Unhas, Ardiansyah (19) menjadi korban pengeroyokan Satpam Unhas, Kamis, 2 Mei sore tadi. Dia pun mendapat luka di wajahnya.Ardiansyah baru saja bangun tidur, sore hari, Kamis, 2 Mei. Dia habis beristirahat. Lelah. Tentu, setelah tiga hari terakhir agendanya cukup padat.Mahasiswa Manajemen Unhas itu memang banyak menghabiskan waktunya untuk berlatih teater. Tiga hari terakhir berlatih di Gedung Teknik Lama Unhas.Dia adalah aktor “Orang-orang pendek”, garapan teater yang diproduksi oleh UKM Teater Kampus Unhas untuk mengikuti Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) Medan.Sore itu, Cahe sapaannya kena apes. Menjadi korban pemukulan satpam Unhas.Kronologinya, pukul 16.30 wita, Cahe hendak menuju WC yang berada di lantai 2 Gedung Teknik Lama Unhas. Untuk ke WC, harus lewat taman pascasarjana Ekonomi.Sekret UKM TKU di Teknik Lama Unhas, Tamalanrea memang tak jauh dari Gedung Rektorat Unhas. Di Rektorat sejak siang, ratusan mahasiswa berdemo, 2 Mei 2019. Peringatan Hardiknas.Terjadi kericuhan sore itu, aksi mahasiswa dibubarkan satpam. Saling kejar-kejaran tak dihindari. Cahe yang baru bangun tidur itu, keluar ruangan menuju WC.Belum sampai ke lantai 2, dia berada di taman pascasarjana Ekonomi Unhas, Cahe tiba-tiba dipanggil satpam. Dia dituduh bagian dari massa aksi.Satpam menghampiri dan memintanya untuk ikut. Cahe sempat menolak untuk ikut. Dia tak tahu persoalan. Akan tetapi, satpam langsung mengiring bak tahanan. Ada juga orang di barisan satpam membawa senjata tajam.Saat digiring itulah, Cahe mendapat kekerasan. Dia mendapat pukulan di kepala, dagu, dan sekujur tubuhnya. Bahkan sempat dimasukkan ke got. Di situ dia juga pukuli.”Di got rektorat, di tarik baju saya. Hapeku terlempar. Di situ got, sambil dipukuli diinjak ditendang, kepala bagian belakang,” ujar Cahe.Tak puas. Satpam kembali menggiringnya ke kantor Satpam. Di sana dia diintimidasi bahkan tetap dipukul. Cahe selalu menjelaskan, bahwa dia tidak terlibat. Dia korban salah tangkap. Dia habis latihan teater. Namun, Satpam tak percaya.”Di panggil ka ikut. Saya jawab untuk apa, tapi saya dipaksa. Dibawa ka kayak tahanan, rambut saya jambat. Saya menengadah ke atas, sambil di bawah dan dipukuli. Makin banyak yang memukuli saya.”Cahe baru dibebaskan setelah di bawah ke Rektorat. Di sana, Cahe dibebaskan dan diminta berobat ke rumah sakit. Cahe ditemani seorang pegawai Unhas.Satpam dan birokrasi kampus mengakui kalau Cahe korban salah tangkap. Tak terlibat. “Saya tidak hitung berapa orang yang pukul. Setelah kejadian itu, saya disuruh pergi berobat. Saat ke Rumah Sakit saya ditemani pegawai. Di RS saya diperiksa, diberi resep obat dan diantar balik ke TKU.”Cahe berharap agar satpam yang memukulnya diberi sanksi.Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu yang dikonfirmasi lewat whatsapp belum memberikan respons atas insiden itu. (ham)

Bagikan berita ini:
4
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar