Pelaku UMKM Belajar Akuntasi di Microfinance UNHAS

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Perhatian terhadap pemberdayaan UMKM saat ini sangat tinggi dari pemerintah. Begitupun Perguruan Tinggi dalam hal ini Universitas Hasanuddin.

Melalui Pusat Unggulan Microfinance sebagai salah satu unit penunjang non akademik menginisiasi program akselerasi bisnis UMKM 2019 bagi pelaku bisnis mikro didaerah ini.

Program ini didesain untuk memberikan pengetahuan bagi pelaku UMKM terhadap bisnis dan manajemen. Harapanya mereka mampu meningkatkan tatakelola bisnis, sehingga usaha dapat berkelanjutan.

Bertempat di Gedung Microfinance BRI UNHAS, diselenggarakan workshop implementasi standard akuntansi keuangan bagi UMKM pada hari Kamis, 2 Mei 2019 bagi 20 pelaku UMKM yang terseleksi.

Prof Dr.Gagaring Pagalung Msi,. AK,CA,CMA,CSRA selaku Ketua Pusat Unggulan Microfinance Unhas mengatakan bahwa masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi. “Laporan keuangan itu penting bagi pengusaha, salah satu gunanya untuk pelaporan pajak dan analisa kinerja usahanya”, ujar guru besar FEB Unhas ini.

“Kalau pun ada, namun banyak pelaku UMKM belum membuat laporan keuangan yang sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Micro Kecil Menengah yang berlaku dinegara kita”, ujar Pengurus IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) ini.

Vita, founder colek-colek.id, salah satu pelaku UMKM yang bergerak dibidang kuliner, mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi dirinya, khususnya bagaimana membuat laporan keuangan usaha dan pelaporan pajak.

A.M.Nur Bau Massepe, selaku ketua program akselerasi bisnis UMKM ini menambahkan bahwa program ini didesain bagi pelaku usaha yang sudah berjalan, telah memiliki omzet yang stabil, dan akan di scale up bisnisnya. Ini salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari Universitas Hasanuddin dalam membantu pelaku UMKM untuk naik kelas.

Siapan pun pelaku UMKM dapat ikut, tinggal mendaftar di Gedung Centre of Microfinance BRI UNHAS atau online bit.ly/microfinanceunhas2019 selain itu juga akan diadakan program-program lain seperti mentoring, business matching, pelatihan dan klinik bisnis, ujar Penggiat UMKM ini. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...