Penyakit Rentan Buruh: Depresi, Gangguan Pernapasan hingga Gangguan Pendengaran


Gangguan pendengaran biasanya ditandai dengan adanya suara denging di dalam telinga, gendang telinga terasa nyeri saat terpapar bunyi-bunyian, serta kesulitan mendengar di tengah keramaian. Selanjutnya, sulit mengingat informasi yang diapatkan dan mudah terjatuh atau sempoyongan. Jika tanda-tanda tersebut tidak segera ditindaklanjuti, ketulian atau hilangnya pendengaran bisa saja terjadi.Gangguan pernapasanKondisi ini utamanya terjadi pada buruh yang sering terpapar asap atau jenis polusi udara lainnya, seperti pekerja pabrik atau penyapu jalanan. Risiko terjadinya gangguan pernapasan seperti asma bisa semakin tinggi jika para buruh yang rentan tidak menggunakan masker saat bekerja.Gangguan pernapasan, dalam hal ini asma, bisa bergejala mengi atau terdengar suara “ngik” saat bernapas, dada seperti terimpit atau tertekan, mudah mengantuk, kebingungan, letih,dan pusing. Jika tidak segera diatasi, hilangnya kesadaran mungkin saja terjadi.DepresiIni adalah gangguan kesehatan yang dapat dirasakan oleh semua golongan buruh. Depresi bisa saja terjadi jika buruh selalu dituntut untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu sehingga memberikan beban berlebih pada pikiran. Hal ini menjadi semakin parah jika banyaknya waktu bekerja diikuti dengan kurang tidur, tidak makancsecara teratur, dan kurang minum air putih.Saat depresi sudah telanjur terjadi, gejalanya bisa berupa perasaan murung atau tertekan sepanjang waktu, mudah lelah dan lemas, tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, dan berkurangnya minat pada hal yang sebelumnya disukai. Depresi perlu segera diatasi, jika tidak bisa berujung pada munculnya keinginan untuk bunuh diri.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...