Pil KB Mampu Kurangi Risiko Kanker Ovarium

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–PIL KB bukan hanya salah satu jenis kontrasepsi yang paling efektif.

Kini, sebuah studi baru memberikan dukungan untuk manfaat pil KB yang ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya.

Pil tersebut tampaknya membantu mengurangi risiko kanker ovarium — salah satu kanker reproduksi paling mematikan pada wanita.

Studi yang dilakukan oleh University of Buffalo dan Roswell Park Comprehensive Cancer Center, secara khusus berfokus pada bentuk kanker ovarium yang paling agresif.

Para peneliti menemukan bahwa minum pil KB dikaitkan dengan risiko 46 persen lebih rendah meninggal, akibat kanker ovarium dalam waktu 12 bulan dari diagnosis kanker ovarium.

Selain itu, penulis penelitian mengamati bahwa untuk setiap lima tahun penggunaan pil, ada penurunan 32 persen dalam kemungkinan mengembangkan salah satu bentuk kanker ovarium yang lebih mematikan.

“Kami telah lama mengetahui bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral berisiko lebih rendah terkena kanker ovarium secara umum,” kata Kirsten Moysich, PhD, profesor onkologi terkemuka di Roswell Park Comprehensive Cancer Center dan penulis senior studi ini, seperti dilansir laman Health.

Hal yang tidak diketahui mengenai hal ini adalah pertanyaan mengenai apakah efek perlindungan ini juga berlaku untuk wanita dengan penyakit yang sangat fatal.

Menurut pernyataan yang diterbitkan oleh Roswell Park, tim Moysich mengumpulkan data dari 20 studi kasus-kontrol.

Studi-studi ini melibatkan 579 pasien yang meninggal dalam waktu 12 bulan didiagnosis kanker ovarium.

Cocok dengan kelompok kontrol yang terdiri dari 2.279 pasien yang tidak menderita kanker ovarium.

Kanker ovarium adalah penyebab utama kelima kematian akibat kanker di Amerika Serikat, menurut American Cancer Society.

Pada 2019, sekitar 22.530 wanita akan menerima diagnosis kanker ovarium, dan sekitar 13.980 akan meninggal karena penyakit ini.

Satu teori yang mungkin mengapa pil tampaknya mengurangi risiko kanker ovarium?

Kontrasepsi oral menghentikan ovulasi. Semakin sedikit Anda berovulasi, maka akan semakin sedikit paparan seorang wanita terhadap hormon yang bisa berperan dalam meningkatkan peluang kanker ovarium, menurut The University of Texas MD Anderson Cancer.

Baca Juga: 5 Khasiat Konsumsi Bawang Putih

“Hasil penelitian kami memberikan bukti kuat bahwa ini adalah bidang yang layak untuk dipelajari lebih lanjut sehingga kami bisa lebih memahami mekanisme di balik asosiasi ini dan mengidentifikasi kelompok orang tertentu yang mungkin mendapat manfaat paling besar dari strategi chemopreventive ini,” pungkas Jennifer Mongiovi, seorang mahasiswa PhD di Universitas di Buffalo dan salah satu penulis penelitian. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...