Sambangi Korban Banjir, Begini Kepedulian Rusher Lutim

Kamis, 2 Mei 2019 - 07:48 WIB
PEDULI BENCANA. Tim TRCI Chapter Luwu Timur menyalurkan bantuan kepada korban banjir di di Desa Argomulyo, Kecamatan Kalaena, Lutim, kemarin. (FOTO/HANDOVER)
FAJAR.CO.ID, MALILI — Banyak warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Kini, warga membutuhkan bantuan.
Salah satu komunitas yang ikut resah menyaksikan dampak bencana, Toyota Rush Club Indonesia (TRCI), pun turun tangan. Mereka menyalurkan bantuan di daerah yang terdampak banjir.
“Penyerahan sembako,” kata Ketua TRCI Chapter Luwu Timur, Amy, Kamis (2/5/2019).
Bersama para Rusher —istilah untuk pengguna mobil Rush— di Tanah Luwu, member TRCI Chapter Lutim menyalurkan bantuan kepada warga di Desa Argomulyo, Kecamatan Kalaena.
Desa ini berada 8 kilometer ke ibu kota kecamatan dan 73 kilometer dari ibu kota kabupaten. Argomulyo merupakan desa terluas di seantero kecamatan.
Sebagaimana diketahui, hujan deras melanda Luwu Timur sejak Senin (29/4/2019). Akibatnya, banjir dan longsor terjadi di beberapa daerah. “Semoga (bantuan ini) berkah, amin,” imbuh Amy.
Selain di Kalaena, banjir juga melanda Dusun Balambano, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Banjir merendam 64 rumah. Sebuah rumah bahkan hanyut.
“Beruntung saat kejadian sekitar pukul 03.00 Wita dini hari kami sekeluarga sudah mengungsi ke rumah kerabat terdekat,” tutur Suberiah, warga Dusun Balambano, Desa Puncak Indah, Malili.
Banjir terparah di jalan poros trans-Sulawesi di Desa Kalaena, Kecamatan Wotu. Akses sempat terputus. Jika pun ada kendaraan yang melintas dilakukan sistem buka tutup karena tingginya debit air di badan jalan.
Kepala BPBD Lutim, Muhammad Zabur mengatakan banjir ini meluas karena terjadinya curah hujan yang tinggi. Banjir terparah kali ini terjadi di Kecamatan Malili, yakni di Desa Ussu dan Desa Puncak Indah. Di Desa Ussu 100 persen rumah warga yang ada di kompleks perumahan Batara Guru terendam.
”Tadi subuh, Pak, saya menyelamatkan anggota polisi, karena tidak bisa keluar dari rumahnya. Pintunya tidak bisa dibuka akibat kerasnya dorongan air di pintu rumahnya,” beber Ishak, salah seorang warga. (shd-zuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.