Soal Solusi Banjir, Anies Terima Kasih kepada Ahok

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan terima kasih kepada pendahulunya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas saran menghadapi banjir. Bagi Anies, siapapun yang pernah bertugas di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pasti paham betul bagaimana ibu kota menghadapi bencana musiman itu.

“saya terima kasih, semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki (Ahok) pasti berpengalaman terkait dengan banjir,” ujar Anies di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).

Lebih lanjut, Anies mengatakan, kondisi banjir sekarang sudah tidak separah zaman Ahok berkuasa. Hal itu disampaikannya berdasarkan jumlah pengungsi bajir sekarang hanya sekitar 1.600 orang, sedangkan pada zaman Ahok bisa mencapai 200 ribu orang.

“Beliau memang pernah mengalami situasi yang sangat sulit dibandingkan dengan apa yang saya alami kemarin,” sambungnya.

 

Musibah banjir kembali melanda ibu kota Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Sementara, terkait dengan pompa, Anies juga sepakat dengan Ahok. Hanya saja, banjir kali ini banyak menerjang wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, tepatnya yang berada di pinggiran sungai Ciliwung, seperti Kampung Pulo, hingga Klender.

Sedangkan posisi pompa kebanyakan berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Hal itu disebabkan beberapa permukaan kanal seperti di wilayah Gunung Sahari, permukaan air lebih tinggi dari daratan.

“Poin utamanya adalah kita apresiasi semua perhatian dan insyaallah semua yang disebut sebagai isu-isu teknis akan selalu diantisipasi dengan baik,” tegas Anies.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Suhaimi menilai setiap Gubernur DKI pasti mengalami musibah banjir. Namun, terkadang di setiap kepemimpinan curah hujannya berbeda-beda. Sehingga banjir yang diakibatkan juga berbeda tingkat keparahannya.

Menurutnya, banjir memang biasa menerjang ibukota, karena permukaam tanah Jakarta lebih rendah daripada Bogor. Maka, untuk menanggulangi banjir itu, cara paling efektifnya yaitu dengan mencegah air dari Bogor sampai ke Jakarta dalam volume yang besar.

“Kalau saya secara gampangnya, airnya dicegat di Bogor sana, kemudian dibikin embung-embung, dibikin bendungan-bendungan sehingga nggak ke Jakarta. itu kan bisa dimanfaatkan untuk pertanian, untuk macam-macam,” pungkasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

Sebelumnya, Ahok sempaf berkomentar terkait banjir DKI saat mengunjungi kediaman Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, Selasa (30/4). Menurutnya, saat dia masih menjabat sebagai Gubernur, pompa air yang dimiliki pemprov sudah cukup memadai untuk menanggulangi banjir.

Hanya saja memang butuh perhatian terkait kondisi alat. Kalau hujan turun, kayu atau ranting bisa menutupi saringan. Sehingga harus betul-betul diperhatikan kondisinya.

“Pompa mesti diperhatikan, jalan jamnya mesti dipenuhi jangan ngidupin pompa telat, kalau kamu telat nggak keburu,” kata Ahok.

Namun, Ahok menolak berkomentar terlalu dalam terkait peristiwa banjir ini. Sebab, dia tidak mengikuti perkembangan setelah selesai menjabat sebagai Gubernur. Dia pun percaya Gubernur saat ini bisa bekerja lebih baik dibanding zamannya berkuasa. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...