Bawaslu Kaji Laporan Prabowo Soal Pelanggaran Administrasi oleh KPU

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengkaji laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, atas dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Dugaan pelanggaran itu diduga terjadi saat memasukkan data formulir C1 ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng), di situs pemilu2019.kpu.go.id.

“Jadi gini, laporan itu nanti kami akan kaji. Kami akan plenokan dan kami akan menindaklanjuti,” kata Ketua Bawaslu, Abhan ditemui di kantornya, Kamis (2/5) ini.

Bawaslu, kata Abhan, membutuhkan waktu paling lama 14 hari, untuk memutuskan laporan BPN Prabowo-Sandiaga bisa masuk tahap persidangan. Nantinya sidang atas laporan BPN Prabowo-Sandiaga, akan digelar secara terbuka.

“Maksimal 14 hari, tetapi ini secepatnya akan kami plenokan, jika memenuhi syarat formil materil laporan dugaan pelanggaran administratif kami akan segera sidangkan,” ucap Abhan.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga melaporkan KPU ke Bawaslu RI atas dugaan pelanggaran administrasi.

BPN Prabowo-Sandiaga geram karena KPU banyak melakukan kesalahan entri data formulir C1 ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) di situs pemilu2019.kpu.go.id.

Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad menyebut, kesalahan entri data itu terjadi di 34 provinsi dan merugikan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca: Pengeluaran Dana Kampanye, Prabowo-Sandi Habiskan Rp211 Miliar

Baca: Kabinet Jokowi, Empat Menteri Ini Dipastikan Bertahan, Salah Satunya Amran Sulaiman

Atas laporan ini, Dasco berharap, Bawaslu mau melakukan investigasi. Setelah itu, Bawaslu menyatakan terjadi kesalahan administrasi yang dilakukan KPU.

“Oleh karena itu, pada hari ini, kami meminta kepada Bawaslu untuk menghentikan Situng KPU, untuk membuat suasana di masyarakat menjadi kondusif dan kami menuntut diadakan saja penghitungan secara manual,” pungkas dia. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...