Ini yang Akan Terjadi, Bila Kesetaraan Gender Diabaikan


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia berpotensi kehilangan US$135 miliar dalam produk domestik bruto (PDB) tahunan, jika gagal mengatasi kesetaraan gender dalam enam tahun ke depan.Demikian disampaikan oleh para pemimpin bisnis pada, Selasa (30/4). Untuk itu, mereka mendesak pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan perempuan dan laki-laki memiliki akses dan manfaat yang sama dari peluang ekonomi.Angka tersebut – meningkat lebih dari 9% dari PDB pada kondisi bisnis yang biasa – adalah potensi yang mungkin didapatkan oleh Indonesia jika bisa mendapatkan kondisi kesetaraan gender terbaik di kawasan pada 2025. Hal tersebut diperkirakan oleh McKinsey Indonesia pada 2018 dan dikutip oleh pembicara pada konferensi yang berjudul “Accelerating the Indonesian Economy Through Gender Equality”.“Gender parity didambakan untuk itu (mencapai PDB), lalu selanjutnya bagaimana kita menuju ke sana. Semua pihak harus berpartisipasi tentu di dalamnya juga ada porsi peran pemerintah, swasta, dan individu,” ujar Managing Partner McKinsey Indonesia Phillia Wibowo pada konferensi tersebut.Dia juga mengutarakan, terdapat beberapa poin yang perlu dicermati untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam dunia kerja di Tanah Air. Tidak hanya menciptakan pemerataan kesempatan tetapi juga disertai perlindungan hukum dan jaminan hak partisipasi politik. Seluruh penerapannya harus sinergis dari tingkat daerah hingga pusat.Chief of Staff Tokopedia Inna Chandika menjadi salah satu pembicara dalam konferensi ini. Dia menuturkan, untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam dunia kerja harus dimulai dari masing-masing individu. Dengan kata lain, secara personal, seorang perempuan harus melawan pola pikir diri sendiri yang mungkin membatasi propsek karirnya.

Komentar

Loading...