Isu Ibu Kota Negara, Karaeng Jalling: Danny Ini “Patoa-toai”, Harus Minta Maaf ke Warga Jeneponto


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Isu ibu kota negara akan dipindahkan ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, seperti yang diutarakan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendapat tanggapan keras dari tokoh masyarakat setempat, Karaeng Jalling. Pria bernama lengkap Annas Gs itu begitu geram setelah mendengar wacana tersebut dikeluarkan oleh orang nomor satu di Kota Makasaar tersebut.Karaeng Jalling menilai, Danny Pomanto memunculkan wacana tersebut sengaja untuk meledek Kabupaten Jeneponto. Sebab menurut dia, wacana hal itu sesuatu yang tidak mungkin terjadi.“Wacana tersebut sama halnya menyakiti hati nurani rakyat Jeneponto. Danny ini sama halnya “patoatoai”, tegas mantan Sekretaris KPU Sulsel itu, Jumat, 3 Mei.Kata patoatoai memang lazim dijumpai dalam percakapan bahasa Makassar. Di mana memiliki makna salah satu bentuk perilaku yang tidak pada tempatnya.Sehingga karena itu, Karaeng Jalling yang dikenal memiliki banyak kuda pacu itu meminta kepada Danny Pomanto agar dalam waktu cepat meminta maaf kepada warga yang berasal dari Kabupaten Jeneponto. “Harus minta maaf ke warga Kabupaten Jeneponto. Jangan sembarang ucapkan, dan harus tarik itu pernyataan,” tambahnya lagi.Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebut Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, layak menjadi ibu kota negara.Ada beberapa alasan wali kota yang juga konsultan tata ruang ini memilih Jeneponto, salah satunya soal tingkat keamanan dari bencana. (taq)

Komentar

Loading...