Kesadaran Produk Halal Masih Rendah, Restoran Bersertifikat Tinggal Satu di Makassar

Jumat, 3 Mei 2019 - 08:19 WIB
ILUSTRASI (INT)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Girah umat Islam untuk hidup lebih Islami menunjukkan tren meningkat beberapa tahun belakangan ini. Namun, kesadaran tentang produk makanan dan minuman halal masih rendah.

Hasil jajak pendapat Pusat Kajian Produk Halal baru-baru ini menunjukkan masyarakat masih mengabaikan labelisasi halal. Saat memilih restoran atau makanan, faktor halal belum jadi pertimbangan utama.

Ketika akan makan, konsumen belum mempertanyakan apakah produk itu sudah bersertifikat halal atau belum. Bila ada logo halal, belum diselidiki apakah dibuat LPPOM MUI sebagai lembaga resmi atau hanya klaim sepihak.

“Di sini lah peran media dibutuhkan untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya umat muslim. Media massa ikut bertanggung jawab terhadap kondisi ini,” kata Waspada Santing, Direktur Pusat Kajian Produk Halal, Kamis (2/5/2019).

Waspada yang juga Ketua MUI Sulsel Bidang Informasi dan Komunikasi itu mengajak media massa untuk memaksimalkan fungsi sosialnya. Salah satunya dengan bersama-sama menyadarkan umat akan pentingnya produk halal.

Sekadar diketahui, dari ribuan restoran dan warung makan yang bertebaran di Makassar, hanya satu yang sertifikat halalnya masih berlaku. Sama juga dengan hotel. Dari ratusan hotel, belum sampai 10 yang dapurnya sudah bersertifikat halal.

Guna mendorong sosialisasi pola hidup halal di tengah masyarakat, MUI Sulsel menggelar seminar nasional, Jumat (3/5/2019) siangĀ  ini. Temanya, “Peran serta dan tanggung jawab sosial media untuk sosialisasi pola hidup halal dalam masyarakat.”

Seminar seri kelima dari enam seri ini, khusus menghadirkan pimpinan media massa, baik cetak, elektronik, maupun media dalam jaringan. Kegiatan ini digelar di Hotel Pesonna, Makassar, mulai pukul 12.30 wita atau usai salat Jumat.

Seperti empat seri sebelumnya, MUI Sulsel menghadirkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI Prof Ir Sukoso MSc, PhD. Dia akan membahas urgensi dukungan publikasi media untuk implementasi UU RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Empat pembicara lainnya dari kalangan media juga akan dihadirkan. Mereka yakni Komisaris Harian FAJAR sekaligus anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Dr Sinansari S Ecip, Kepala Stasiun TVRI Sulsel, Fuad Syarif, Kepala Stasiun RRI Makassar, Maladi Amin, dan pemimpin redaksi Harian Tribun Timur.

Pembicara lainnya yakni Ketua MUI Sulsel Bidang Informasi dan Komunikasi, Drs Waspada Santing M Sos I MHI. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.