Kesempatan Ketiga: Krisis Global 2020


Oleh: N. Ikawidjaja (CEO CI Consult)PADA November 2008, saat krisis keuangan global terjadi, Ratu Elizabet II mengajukan pertanyaan sederhana namun tidak mudah menjawabnya: “Kenapa tak satupun orang melihat datangnya krisis?” Pertanyaan ini dapat menjadi pemikiran sebagai alarm bahwa krisis global dimungkinkan datang sebagai potensi risiko yang tidak mudah diprediksi oleh para pebisnis maupun investor. Selain itu, masih ada kejutan lainnya sejak tahun lalu yaitu opini ekonomis Roubini & Rosa (2018) pada 13 September 2018 dengan judul The Making of a 2020 Recession and Financial Crisis.Berita buruknya, argumentasi dalam opini tersebut adalah 10 alasan kondisi (potensi) krisis yang diperkirakan pada 2020 dipicu dari krisis pasar keuangan kemudian diikuti krisis global. Berita baiknya, opini ini menjadi peringatan dini untuk dipelajari alasan potensi krisis keuangan yang diopinikan oleh Guru Besar Ekonomi New York University serta mengantisipasi tindakan yang perlu dilakukan untuk memperkecil risiko bisnis dan investasi jika kemungkinan terjadinya krisis global. Memperkecil risiko bisnis dan investasi berarti memastikan bahwa perusahaan mampu bertahan dan proses bisnis masih tetap berkelanjutan walau dengan kondisi krisis. Bagi para investor memastikan bahwa nilai investasinya tidak menurun tajam atau hilang sama sekali.Identifikasi periode krisis global yang telah terjadi sistemik pada perekonomian Indonesia, yaitu krisis moneter 1998 kemudian krisis keuangan 2008 maka ada dua kesempatan sebagai pelajaran untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian yang akan datang.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...