Presiden Sudan Omar al-Bashir Akan Diiterogasi Terkait Pembiayaan Teroris

Jumat, 3 Mei 2019 - 08:10 WIB

FAJAR.CO.ID, SUDAN—Presiden Sudan, Omar al-Bashir yang digulingkan beberapa waktu lalu, akan ditanyai tentang pencucian uang dan pendanaan terorisme. Perintah itu datang ketika puluhan ribu pemrotes meminta militer untuk memberi jalan kepada pemerintahan sipil.

Al-Bashir yang memimpin Sudan selama 30 tahun dicopot dari kekuasaan dan ditangkap oleh militer Sudan pada 11 April setelah didemo berbulan-bulan. Para pemimpin militer dan oposisi sekarang dalam proses mendirikan pemerintahan transisi.

Di bawah rezim al-Bashir, Sudan ditempatkan pada daftar sponsor terorisme oleh AS karena hubungannya dengan kelompok militan Islam. Pendiri Al-Qaida Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan teror 11 September di New York dan Washington pada tahun 2001, tinggal di Sudan antara tahun 1992 dan 1996. Sudan berada di bawah embargo AS hingga 2017.

Jenderal Abdel-Fattah Burhan, kepala dewan militer, mengatakan bulan lalu bahwa lebih dari $ 113 juta (€ 101 juta) uang tunai dalam tiga mata uang telah disita di kediaman al-Bashir.
Pekan lalu, penguasa militer Sudan, 10-anggota dewan militer transisi, membuat kesepakatan dengan aliansi oposisi, Deklarasi Kebebasan dan Pasukan Perubahan (DFCF).

DFCF bersikeras bahwa dewan yang berkuasa harus dipimpin oleh warga sipil, tetapi dewan militer sejauh ini tidak mau melepaskan kendali tertinggi. Koalisi oposisi telah berjanji untuk terus menggelar aksi protes di luar Kementerian Pertahanan sampai tuntutan mereka dipenuhi. (AFP/Reuters/DW/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.