Simak Respons MUI Soal Rekomendasi Ijtima Ulama III

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi memastikan pihaknya tidak pernah terlibat dalam Ijtimak Ulama III. Lembaga yang mewadahi para ulama, zuama dan cendekiawan Islam juga tak mau dikait-kaitkan dengan hasil ijtimak yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (1/5) tersebut.

“MUI tidak memiliki tanggung jawab langsung maupun tidak langsung terhadap semua proses pelaksanaan maupun hasil keputusannya,” kata Zainut dalam keterangannya, Jumat (3/5) ini.

Zainut mengakui, sejumlah pengurus MUI hadir dalam Ijtimak Ulama III. Hanya saja, katanya, kehadiran mereka bukan mewakili MUI secara institusi. “Kehadiran mereka tidak mewakili institusi MUI, tetapi atas nama pribadi,” tegasnya.

MUI, kata Zainut, mengingatkan semua pihak bahwa pemilu ialah agenda nasional yang harus dikawal dan disukseskan bersama. Menurutnya, umat Islam punya kewajiban memastikan tahapan pemilu berjalan demokratis, jujur, adil, dan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.

Baca: Di Kota Keretek, Jokowi Menang Besar, Prabowo hanya 23,42 persen

“Tidak boleh atas nama apa pun agenda kenegaraan yang sangat penting ini terganggu, apalagi diintervensi kelompok kepentingan yang memiliki niat jahat akan membelokkan arah demokrasi di Indonesia,” pungkas dia.

Sebelumnya Ijtimak Ulama III mengeluarkan lima poin rekomendasi terkait Pemilu 2019. Salah satu poin dalam rekomendasi Ijtimak Ulama III adalah meminta KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin karena banyaknya kecurangan di Pilpres 2019. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...