Suap PLTU Riau 1, Dirut Pertamina Paling Lama Diperiksa KPK


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Peran Sofyan Basir terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau 1 terus diurai. Kemarin (2/5) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sembilan saksi, mendalami jejak direktur utama (nonaktif) PLN tersebut pada skandal suap proyek kakap itu.Saksi-saksi tersebut, antara lain, Dirut Pertamina, Nicke Widyawati dan CEO Blackgold Natural Resources, Rickard Philip Cecile.Kemudian, Manajer Perencanaan Pengadaan Independent Power Producer (IPP) PLN Suprapto, dan Rheza Herwindo (anak Setya Novanto/Setnov). KPK juga memanggil Bupati Temanggung M. Al Khadziq.Saksi lainnya adalah mantan Plt Dirut PT PLN Batubara, Suwarno, Kepala Divisi Batubara PLN Harlen, Dian Aprilianingrum (staf administrasi Eni Maulani Saragih, mantan anggota DPR Komisi VII), dan Mukhradis Hadi Kusuma Jaya (wiraswasta). Seluruh saksi hadir memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan secara bergantian.Di antara para saksi tersebut, Nicke cukup lama diperiksa penyidik. Pemeriksaan perempuan kelahiran Tasikmalaya itu selesai sekitar pukul 15.00. Sejatinya, Nicke dipanggil pada Senin (29/4). Namun, mantan direktur pengadaan strategis 1 PLN itu berhalangan hadir karena sakit.Hanya, setelah diperiksa, Nicke yang kemarin mengenakan batik dan kerudung hijau irit berkomentar seputar materi pemeriksaan. Nicke yang pernah diperiksa saat penyidikan Eni Maulani Saragih pada 17 September 2018 terus menghindar dari kejaran wartawan yang menunggu di lobi gedung KPK.Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak menjelaskan, rangkaian pemeriksaan saksi kemarin diperlukan penyidik untuk menguatkan tuduhan bahwa pengadaan PLTU Riau 1 tidak sesuai ketentuan. “Beberapa saksi dari PT PLN kami tanya seputar proses pengadaan, apakah sesuai dengan ketentuan atau tidak,” kata Yuyuk.

Komentar

Loading...