Tips Mengelola Keuangan di Bulan Ramadan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Di bulan puasa biasanya pengeluaran menjadi tidak stabil. Alih-alih berhemat, justru seringkali pengeluaran membengkak dan menjadi tidak terkendali.

Perencana Keuangan, Ligwina Hananto mengatakan bahwa ada perubahan perilaku saat ramadan yang membuat pengeluaran meningkat. Ia membaginya dalam tiga kategori pengeluaran yakni pengeluaran rutin, pengeluaran lifestyle, dan pengeluaran sosial.

1. Pengeluaran Rutin

Pengeluaran rutin adalah pengeluaran untuk makan dan transportasi ke tempat kerja. Saat puasa pengeluaran ini berkurang karena tidak ada makan siang dan jajan. Tapi di sisi lain pengeluaran di rumah meningkat.

“Misalnya kita punya pegangan harian buat transpot dan makan, kan puasa jadi pengeluaran berkurang. Tapi pengeluaran di rumah lebih tinggi karena belanja lebih banyak untuk menu istimewa buka puasa dan sahur,” jelas Ligwina pada talkshow “Anti Boncos di Bulan Ramadan” oleh PT Hero Supermarket Tbk di Kuningan, Jakarta, Kamis (2/5).

2. Pengeluaran Lifestyle

Fenomena buka puasa bersama (bukber) di bulan ramadan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Ligwina menyebut ini sebagai pengeluaran massal. Jika di hari-hari biasa kita jarang makan di luar, saat ramadan lebih sering makan di luar untuk buka bersama. Sehingga mau tidak mau pengeluaran akan meningkat.

“Tadinya gak keluar makan sekarang banyak keluar makan. Budget yang seharusnya tidak ada menjadi ada. Yang tadinya makan di luar 1-2 kali seminggu jadi lebih sering,” jelas Ligwina.

3. Pengeluaran Sosial

Berbagi kebaikan di bulan ramadan menjadi ladang pahala yang berlipat ganda. Tak hanya memikirkan menu buka puasa yang lezat, kita juga memikirkan bekal untuk akhirat misalnya sumbangan ke masjid serta sedekah kepada anak yatim dan kaum duafa. Ini juga salah satu perubahan perilaku yang menyebabkan pengeluaran di bulan puasa meningkat.

Agar tidak ‘boncos’ Ligwina membagikan tips mengelola keuangan di bulan ramadan yang harus dipersiapkan dari sekarang.

Bedakan Sumber Pengeluaran

Ligwina mengatakan ada perbedaan pengeluaran di bulan puasa dan hari raya. Untuk belanja keperluan di bulan puasa pakailah penghasilan bulanan. Sedangkan untuk keperluan hari raya Idul Fitri seperti biaya mudik, zakat fitrah, angpau, Tunjangan Hari Raya (THR) asisten rumah tangga dan supir dan belanja di hari raya pakai THR.

“Pengeluaran besar di hari raya jangan diambil dari gaji bulanan. Jadi bedain sumbernya,” kata Ligwina.

Cermat Dalam Belanja

Kita punya empat skil dalam mengatur keuangan yakni menghasilkan uang, berbelanja, berbagi dan menabung. Hampir semua orang diajarkan menabung oleh orangtua mereka waktu kecil tapi banyak orang tidak diajarkan cara berbelanja.

Menurut Ligwina, berbelanja adalah soal mengambil keputusan. Dengan skil dalam belanja kita tahu seberapa besar uang yang kita belanjakan dan berapa persen untuk ditabung.

Biasanya orang belanja memilih kualitas dan kuantitas. Contohnya untuk makanan selama ramadan, lebih baik milih kuantitas karena dipake tiap hari. Sedangkan untuk kualitas orang akan mencari produk yang organik dan premium.

“Kalau soal kosmetik yang awet-awet gitu ya mending kualitas. Jadi jangan takut mahal kalo yang dicari emang kualitasnya. Tidak ada barang berkualitas yang murah,” ujar Ligwina.

Talkshow “Anti Boncos di Bulan Ramadan” oleh HERO Groups di Kuningan, Jakarta, Kamis (2/5).(Andi Mardana)

Manfaatkan Promosi

Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri sendiri membutuhkan banyak persiapan dan tentu saja memberi dampak pengeluaran yang tidak sedikit, ditambah Iagi untuk pos-pos yang tidak terduga.

“Memahami kebutuhan tersebut, HERO Group melalui empat unit bisnisnya: Hero Supermarket, Giant, Guardian, dan IKEA menawarkan solusi belanja cerdas dan ekonomis yang dapat memberikan dampak signifikan bagi keuangan pelanggan,” kata Hadrianus Wahyu Trikusumo, Direktur PT Hero Supermarket Tbk.

Berikut penawaran menarik berbagai kategori kebutuhan di bulan puasa dan Idul Fitri.

1. Produk berkualitas
Mengusung program Pasar Ramadan 30 days of discovery, yang merupakan program promosi dengan minimum pembelanjaan Rp300 ribu berhak untuk melakukan pembelian produk yang sudah ditentukan dengan harga spesial di Hero Supermarket. Selain itu terdapat program promosi Tematik 30 Days of Discovery selama periode Ramadan yaitu dari 29 April – 6 Juni dengan menghadirkan ribuan produk berkualitas dengan merek terbaik.

3. Produk dengan harga terjangkau
Melalui program Belanja Murah Bulan Berkah, Pasar Ramadan Berlimpah Berkah dan Santap Segera Saat Berbuka Giant menghadirkan menu-menu baru dari kategori makanan siap saji dengan sajian yang menggugah selera dan harga yang murah.

4. Kesehatan dan kecantikan
Untuk menjaga tubuh tetap sehat dan merawat kecantikan selama ramadan, Guardian menghadirkan berbagai inspirasi menarik melalui program Fit & Cantik Selama Ramadan. Ada ratusan produk dengan diskon spesial sampai 30% dan berbagai tips untuk menjaga tubuh tetap fit & cantik selama Ramadan.

Promo akan berlangsung pada periode 25 April – 22 Mei 2019. Selain itu ada juga promo +1000, dimana pelanggan cukup menambahkan Rp1.000 dan mendapatkan produk kedua secara gratis untuk ratusan produk favorit.

5. Perabot
Untuk menyempurnakan perabot rumah tangga di bulan ramadan, IKEA memberikan penawaran terbatas untuk pembelian wajan Identisk dari harga Rp499 ribu menjadi Rp399 dari 26 April – 5Mei 2019. Tidak hanya itu saja, dapatkan Gift voucher senilai Rp1,5 juta dan akan banyak penawaran menarik lainnya selama bulan ramadan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...