Berpuasa di Iklim Pemilu


Oleh: M. Qasim MatharMemang hanya kepada orang-orang beriman puasa Ramadan diwajibkan. Mereka yang tidak beriman, apa tidak diwajibkan berpuasa? Berpuasa lebih baik baginya. Semoga dengan berpuasa, keimanan tumbuh dalam dirinya. Kalau pun ada orang yang sehat tapi tidak berpuasa, tidak usah dicela. Mungkin orang yang demikian belum tergolong orang yang diwajibkan atasnya puasa.Orang beriman ialah yang percaya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari Akhirat, takdir baik dan buruk. Orang-orang yang berkepercayaan demikian sudah ada pada zaman-zaman yang lampau. Dan, akan tetap ada pada zaman yang akan datang. Karena itu, puasa sudah diwajibkan pada masa lampau, sekarang, dan masa yang akan datang.Menahan diri dan berpantang terhadap sesuatu, itu puasa. Menahan atau berpantang makan minum, itu juga disebut berpuasa. Berpantang untuk bicara pun boleh disebut berpuasa. Semua itu disebut berpuasa, karena pada dasarnya berpuasa adalah menahan diri dari sesuatu. Puasa Ramadan adalah menahan diri untuk tidak makan-minum, untuk tidak ber”hubungan” suami isteri, untuk tidak bertutur, berpikir, dan berbuat yang tak berguna, kotor, dan keji, sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Menahan diri seperti itu tidak mudah.Karena itu, kalau hanya menahan makan minum pada siang hari, itu puasa anak-anak, orang yang belum dewasa. Anak-anak ikut berpuasa, tapi juga masih berkelahi sesamanya. Puasa orang dewasa, bukan hanya menahan makan dan minum di siang hari. Tapi, menahan diri dari hal-hal yang telah disebutkan di atas. Puasa orang dewasa yang berkualitas tinggi ialah, apabila semua yang dikendalikan pada bulan Ramadan memberi efek yang positif bagi yang berpuasa dan masyarakatnya pada hari-hari sesudah Ramadan. Kualitas yang demikian disebut takwa, yang menjadi tujuan berpuasa.

Komentar

Loading...