Mentan Lepas Lada Asal Belitung ke Belasan Negara


Karena itu, lanjut Amran, Kementan telah mengalokasikan anggarkan untuk bibit senilai 5,5 triliun dalam dua tahun berturut-turut. Khusus Provinsi Bangka Belitung, telah dialokasikan bibit unggul lada dengan rehabilitasinya sebanyak 5 ribu hektar.”Bedanya, produktivitas bibit biasa hanya 0,7 ton per hektar per tahun, tapi kalau bibit unggul produktivitasnya 2,5 ton per hektare per tahun, bahkan bisa mencapai 3 ton per hektar per tahun,” bebernya.Dengan program ini, Amran optimis dapat mengembalikan kejayaan rempah Indonesia. Pasalnya, akar permasalahannya ada pada bibit, teknologi dan membangun semangat petani. Apalagi keunggulan kompratif pertanian Indonesia masih luar biasa, sehingga produktivitas dan kualitas suatu komoditas dapat ditingkatkan dan mampu bersaing di pasar dunia.”Kita sudah buktikan empat tahun terakhir, dulu ekspor kita 33 juta ton, tapi di tahun 2018 meningkat menjadi 42 juta ton. Artinya naik hampir 10 juta ton. Apa yang kita lakukan sekarang ini sudah membuahkan hasil di pemerintahan Jokowi-JK. Sekarang kita sudah panen,” ujarnya.Kedua, sebut Amran, selain program bantuan bibit unggul, Kementan memberikan anggaran berdasarkan sentra produksi, sehingga tidak memberikan kepada daerah yang tidak cocok dengan lada, sehingga anggaran tidak diecer. Adapun sentra produksi lada Indonesia yakni Bangka Belitung, Luwu raya, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung.”Ini adalah sentra lada kita. Kita harus kembangkan berdasar keunggulan komparatif dan kompetitif. Kompetitif itu melakukan prosesing, agar bisa memasuki pasar internasional. Karena nilai tambah yang paling besar ada diprosesing. Jadi cara berpikir kita ke depan seperti itu,” tegasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...