Puluhan Warga Terisolasi di Pegunungan Karst Pangkep


FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Sejak puluhan tahun, ada 40 warga di Kampung Biku, Kelurahan Balleanging, Kecamatan Balocci tidak pernah menikmati listrik yang masuk ke rumah-rumah para warga di kampung ini.Kampung Biku memang terletak sangat terpencil, jauh dari ibu kota Kabupaten Pangkep. Hanya ada 15 rumah di kampung yang terletak di atas pegunungan karst ini.”Kita memang terisolasi, tidak ada akses untuk tembus ke kampung kami selain jalan kaki di lereng gunung. Makanya, listrik juga tidak sampai ke rumah kami. Jaraknya yang sangat jauh menyulitkan pemerintah untuk pasang listrik,” beber Ambo Tuo, salah seorang warga Kampung Biku.Warga di kampung ini hanya mengandalkan penerangan dari pelita kayu bakar yang dinyalakan setiap malam. Ibu-ibu di kampung ini juga hanya bisa memasak menggunakan kayu bakar. Tidak ada kompor seperti yang digunakan masyarakat pada umumnya.Waktu yang digunakan untuk dapat mencapai kampung ini sekitar lima kilometer berjalan kaki dari Ibu kota Kelurahan Balleanging, kemudian menanjak melewati empat gugusan karst. Diperlukan waktu dua hingga tiga jam untuk sampai ke Kampung Biku.Semua jalan yang dilewati ini terdiri dari batuan karst. Tidak ada tanah untuk berpijak. Tetapi jalan itu dipenuhi gugusan batuan karst yang tajam. Sehingga setiap yang melintas harus berhati-hati. Apalagi kendaraan masyarakat Kampung Biku tidak pernah mendapati kendaraan melintas.

Komentar

Loading...