Turun di Porda, KONI Makassar Cabut Gelar Juara Atlet Belia


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penyelenggaraan Porkot VII tahun 2019, menyisakan polemik. Status gelar juara atlet dibatalkan pihak KONI Makassar.Hal ini dialami atlet atletik Makassar yang turun membela kontingen Kecamatan Ujung Pandang, Syarifah Atika Salsabilah. Di Porkot VII, Atika sukses menyabet dua medali emas. Masing-masing di nomor pertandingan 800 meter putri dan 1.500 meter putri.Pencabutan gelar juara atlet yang masih berusia 12 tahun tersebut dilakukan sebelum pembagian dana pembinaan yang dijanjikan KONI Makassar bagi peraih medali di Porkot VII tahun 2019. Seyogyanya, Atika mengantongi Rp6 juta dari masing-masing kategori Rp3 juta untuk peraih emas kategori perorangan.Sayangnya, hal itu urung terjadi. KONI Makassar justru membatalkan gelar juara tersebut. Orang tua atlet pun tidak terima.Ayah Atika, Muhammad Said Assegaf bercerita, pembatalan gelar juara tersebut lantaran sang buah hati pernah turun berlaga di Porda.”Memang anak saya turun di Porda Pinrang di cabor renang, tetapi di Porkot ini, Atika justru turun di atletik. Anak saya bisa turun di beberapa cabang olahraga. Ini yang dipermasalahkan,” kata Said, Jumat (3/5/2019).”Proses pembatalannya tidak merujuk kepada juknis Porkot VII. Karena menabrak aturan sebagai legal standing sebuah acara,” sambungnya.Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan Porkot VII, Imam Suyudi berujar, di aturan tersebut berlaku untuk semua cabang olahraga. Atlet yang turun di Porda, tidak diperkenankan turun di Porkot. Walaupun berbeda cabang olahraga yang diikuti.

Komentar

Loading...