Videonya Viral Bercanda Tentang Aroma Nabi, Andre Taulany Dipolisikan

Sabtu, 4 Mei 2019 - 18:38 WIB

FAJAR.CO.ID — Belum redup kasus ujaran kebencian yang menimpa istrinya, komedian Andre Taulany kembali mendapat masalah. Kali ini, ucapannya dipolisikan karena dianggap menghina agama. Ada pun pihak yang melaporkan adalah Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Dugaan penghinaan agama yang dilakukan Andre terjadi saat dia dan komedian Sule sedang membawakan sebuah acara. Saat itu keduanya mewawancarai penyanyi Virzha.

Dalam video yang viral itu, Virzha mengaku mengagumi Nabi Muhammad SAW yang wanginya seperti 1.000 bunga. “Aku pernah baca kisah, jadi Nabi Muhammad, dia aromanya 1.000 bunga, jadi berawal dari situ sih, kalau kita bisa wangi kenapa enggak?” ujar Virzha di acara tersebut.

Lalu Sule memberikan statementnya terkait ucapan Virzha itu. “Wangi, memberikan kenyamanan kepada orang-orang,” timpal Sule mengomentari ucapan Virzha.

Namun, di sela-sela pembicaraan itu, Andre berusaha melontarkan candaan yang kemudian dianggap melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad. “Aromanya 1.000 bunga? Itu badan apa kebon?” ucap Andre diikuti tawa sejumlah penonton.

Video itu kemudian viral dan Andre dituduh melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Kepada Divisi Hukum PA 212, Damai Hari Lubis, mengatakan, Andre diduga telah menghina Nabi Muhammad SAW. Penghinaan itu terjadi ketika Andre berbicara di acara talk show salah satu stasiun televisi swasta.

“Kami menyesalkan atas humor yang dibuat bukan hal untuk dihumorkan, bukan hal untuk lucu-lucuan karena menyangkut seorang Rasulullah,” kata Damai Hari Lubis, Sabtu (4/5/2019).

Damai menambahkan, pihaknya sengaja melaporkan kasus ini ke Bareskrim karena ingin menguji hukum di Indonesia. Apakah masih ada kepedulian terhadap kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh figur publik atau artis.

Menurut Damai, apabila kasus ini dibiarkan, nantinya malah ada lagi kejadian serupa yang menjadikan agama sebagai bahan humor.

“Seolah-olah itu perbuatan biasa. Untuk itu kami laporkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Tidak ada pembalasan atas kemarahan yang dibuatnya. Tetapi, kami tempuh jalur hukum,” tandas Damai Hari Lubis. (JPNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.