IPW: Polisi Matisuri, Kejaksaan Lumpuh, Saber Pungli Tak Jelas


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Tiga institusi di Indonesia yang berwenang memberantas tindak pidana korupsi. Ketiga instansi itu yakni KPK, Polri dan Kejaksaan. Namun, hanya satu yang dianggap bekerja benar.Penilaian itu diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane. Dia menilai Polri dan kejaksaan seperti lumpuh mendadak ketika menghadapi kasus korupsi.“Polisi matisuri, kejaksaan lumpuh, kemudian dibuat satu lembaga namanya KPK,” kata Neta di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/5).Selain KPK, polri dan kejaksaan, kata Neta, pemerintah juga membuat tim saber pungli untuk membasmi korupsi pada tingkat terkecil. Namun, ini juga belum berjalan secara maksimal. “Presiden membuat saber pungli, tapi belakangan enggak jelas juga kerjanya,” ucap Neta.Kendati KPK disebut getol dalam melakukan pemberantasan korupsi dengan banyaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Neta menyebut lembaga antirasuah terkesan hanya melakukan penindakan. Sedangkan pencegahannnya tidak dilakukan secara masif.“KPK itu punya fungsi pencegahan dan pembinaan. Tapi KPK tidak berjalan maksimal, dari penindakaan mereka fokus pada OTT,” ungkap Neta.Sementara, Anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, Marbawi A. Katon mengatakan, semangat antikorupsi sudah mulai melemah. Ini tentunya harus menjadi komitmen presiden ke depan untuk membersihkan para politikus korup.Menurutnya, Presiden ke depan harus mempunyai tiga komitmen terkait pemberantasan korupsi. Seperti pada unsur politik, pemerintah harus bisa menyeleksi para pejabat negara yang mempunyai integritas.

Komentar

Loading...