Program Pandu Bangkitkan Lahan Tidur

0 Komentar

Fajar.co.id, Barru — Teknologi baru sektor pertanian dan tambak di Barru. Dua komoditi dalam satu lahan, padi dan udang windu. Panen perdana dilakukan, Minggu, 5 Mei di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja.
Bupati  Barru, Suardi Saleh, menyatakan, pola baru ini membantu masyarakat di daerah pesisir. Sebab, cukup banyak lahan di kawasan transisi antara tambak dan sawah yang kemudian menjadi tidak produktif.
Kehadiran pola Pandu (padi dan udang windu) ini merupakan solusi yang produktif. Lahan-lahan yang tidak produktif bisa dimanfaatkan dengan baik. “Hari ini hasilnya sudah bisa kita lihat,” ujarnya.
Lokasi percontohan 0,7 hektare ini sudah membuktikan, panen padi bisa dilakukan bersamaan dengan udang windu pada lokasi yang sama.
Agus Guswara, peneliti dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi  Sukamandi Kementan, menyebutkan, ini uji coba dan untuk yang kedua kalinya panen. Satu hektare menghasilkan 2 ton gabah dan 360 kg udang windu.
Sementara, Kadis Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latif, menyatakan, apa yang dilakukan dengan Pandu ini sejalan dengan program Gubernur Sulsel untuk membangkitkan kembali kejayaan udang windu di Sulsel.(rus)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...