Pastikan Distribusi Lancar, Kementan Tingkatkan Pengawasan Pupuk Bersubsidi


JAKARTA – Pupuk bersubsidi merupakan pupuk yang pengadaan serta penyalurannya memperoleh subsidi dari pemerintah. Dalam rangka memberikan petani manfaat pupuk subsidi secara optimal, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) terus melakukan dan peningkatan pengawasan pupuk subsidi.Komitmen Kementan melalui Ditjen PSP untuk melakukan distribusi pupuk subsidi yang aman dan lancar dibuktikan dengan sudah didistribusikannya pupuk subsidi ke sejumlah daerah di Indonesia. Pupuk subsidi yang pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 9,55 juta ton dipastikan oleh Ditjen PSP akan didistribusikan kepada para petani tepat waktu.”Pendistribusian yang bertepatan dengan mulainya musim tanam tahun 2019 pada sejumlah daerah di Indonesia. Diharapkan dapat membantu petani dalam memanfaatkan pupuk subsidi yang telah disediakan,” ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Senin (6/5).Peningkatan terhadap pengawasan pupuk subsidi oleh Kementan melalui Ditjen PSP tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, masih ada kasus-kasus penyelewengan pupuk bersubsidi di beberapa daerah di Indonesia. Meskipun, selama tahun 2018 lalu tercatat bahwa kasus penyelewengan tersebut mengalami penurunan.”Beberapa kasus penyelewengan masih kerap terjadi di sejumlah daerah di luar Jawa. Karena masih menjadi masalah yang harus diselesaikan. Kita terus meningkatkan pengawasan untuk menekan angka penyelewengan pupuk subsidi,” kata Sarwo Edhy.Untuk menekan angka penyelewengan, Ditjen PSP melakukan beberapa langkah. Salah satunya adalah dengan memberikan reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) terhadap distributor dan kios. Menurut Sarwo Edhy, peran distributor dan kios dianggap penting karena merupakan ujung tombak distribusi pupuk bersubsidi.

Komentar

Loading...