SMP Jauh, Minat Lanjut Sekolah Anak Nelayan Hilang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP–Minat anak-anak nelayan di Kecamatan Liukang Tangaya kurang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Termasuk yang telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) menuju ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sangat sedikit yang ingin lanjut sekolah.

Salah seorang guru SD di Pulau Langkoitang, Desa Balo-baloang, Kecamatan Liukang Tangaya, Irfan menjelaskan, kondisi pendidikan SD di Pulau Langkoitang sangat memperihatinkan.

“Banyak sekali anak-anak yang suda tamat SD putus sekolah. Mereka tidak ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, dan SMA. Disebabkan berbagai faktor salah satunya memang kurang berminat. Mereka takut merantau ke pulau lain yang ada SMP, karena tidak ada SMP di pulau mereka,” paparnya.

Dijelaskan bahwa sejak tahun 2002 lalu hingga 2019 saat ini, belum cukup 20 orang yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, apalagi ke jenjang perguruan tinggi.

“Jika dihitung mulai dari 2002 sampai sekarang belum cukup 20 orang yang melanjutkan pendidikan kejenjang SMP. Ini sangat memperihatinkan,” pungkasnya.

Salah satu penyebabnya, disebut tidak adanya SMP di pulau tersebut, yang menyebabkan para alumni SD enggan merantau melanjutkan pendidikan SMP ke pulau lain.

“Jika ada SMP dibangun, otomatis anak-anak dapat termotivasi melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP, karena mereka tidak lagi keluar pulau lain, pasti mereka rugi kalau tidak lanjut SMP jika ada SMP di pulau itu,” ungkapnya.

Kepala SDN Pulau Makarangana, Kecamatan Liukang Tangaya, Amiruddin membenarkan minimnya minat anak pulau untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

“Minatnya untuk lanjut sekolah itu kurang, bahkan tahun ini tidak ada yang lanjut ke SMP. Apalagi tidak ada SMP di pulau itu, kalau mau lanjut harus ke pulau lain. Jadi mereka lebih memilih membantu orang tuanya sebagai nelayan dibanding sekolah,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Muslimin Yusuf mengatakan, khusus di wilayah Kecamatan Liukang Tangaya memang bangunan SMP masih kurang, hal itu disebabkan letak pulau yang berjauhan. Sehingga tidak memenuhi regulasi untuk dibangun SMP.

Baca: TNI Tak Boleh Gunakan Aplikasi Tik Tok

Disampaikan bahwa, SMP di wilayah Kecamatan Liukang Tangaya hanya ada 13 unit saja, sementara SD ada 27 unit.

“Memang masih ada beberapa pulau yang belum ada SMP. Itu kita terbentur juga pada regulasi yang mengatur harus ada tiga sekolah dalam satu wilayah, baru bisa dibangunkan SMP,” paparnya. (fit)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...