35 Petugas Pemilu di Kota Semarang Sakit, 1 Keguguran dan 3 Meninggal Dunia


FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyebutkan setidaknya ada 4.228 petugas Pemilu yang terkena musibah sampai Sabtu, 4 Mei 2019.Dari total tersebut, 440 petugas di antaranya meninggal dunia dan 3.788 lainnya sakit hingga dirawat di rumah sakit.Data tersebut dihimpun dari seluruh daerah di Indonesia, tak terkecuali Kota Semarang yang pasca hari pemungutan suara tanggal 17 April 2019 lalu, sedikitnya 44 orang petugas di tingkat KPPS dan di tingkat PPS mengalami musibah.Adapun 3 di antaranya dikabarkan meninggal dunia, yaitu Bambang Saptono (KPPS TPS 12, Barusari, Semarang Barat), Mochammad Supriyadi (KPPS TPS 14, Kembangarum, Semarang Barat), serta Sutarni (KPPS TPS 12, Karangayu, Semarang Barat).Sebagai wujud perhatian dan simpati, Walikota Semarang Hendrar Prihadi pun mencoba meringankan beban para keluarga KPPS yang terkena musibah, yaitu dengan menyerahkan dana santunan kepada anggota keluarga 44 petugas KPPS dan PPS di Kota Semarang yang sakit dan meninggal dunia, di hari pertama bulan Ramadhan 1440 Hijriyah, Senin (6/5).Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan Hendi, sapaan akrab Walikota usai solat Dzuhur berjamaah di Masjid Al-Khusuf, Komplek Balaikota Semarang dengan didampingi Ustadz Fahrurozi, Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Andrarasmara, Ketua KPU Kota Semarang Henry Cassandra Gultom.”Ini adalah sedikit bentuk perhatian kami bersama Baznas Kota Semarang bagi para pahlawan demokrasi yang telah bekerja keras dan sungguh-sungguh mensukseskan Pemilu 2019 hingga berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif,” urai Hendi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar