8 Khasiat Daun Basil untuk Kesehatan

Selasa, 7 Mei 2019 - 10:35 WIB

FAJAR.CO.ID–Jika dilihat secara sekilas, daun basil memang seperti kemangi, yakni memiliki aroma yang kuat. Namun ternyata, keduanya memiliki perbedaan. Kalau kemangi biasa disajikan sebagai lalapan, sedangkan basil sering digunakan saat membuat pasta.

Tekstur daun basil pun terlihat lebih tebal dan lebar. Lalu, apa saja manfaat daun basil?

Daun basil berasal dari keluarga daun mint, dengan nama botaninya yaitu Ocimum Basilium. Daun bergerigi ini sudah sejak lama digunakan sebagai obat di Tionghoa. Sebab mengandung vitamin C, A, dan K.

Basil juga kaya akan mineral yang menyediakan kalsium, besi, magnesim, kalium, dan fosfor. Dengan komponen tersebut, basil membantu melawan penyakit dan membangun kekebalan.

Selain dicampur dalam makanan, basil bisa direbus dan disajikan seperti minuman teh. Bahkan, Ada bukti kalau masyarakat mengonsumsi teh basil selama ribuan tahun, yang dilakukan di wilayah Asia di India atau Bangladesh.

Cara membuat minuman atau teh basil cukup mudah. Pertama, tuangkan air mendidih ke atas daun basil dalam cangkir. Lalu tutup cangkir. Diamkan selama 7-10 menit. Kemudian, saring daun basil lalu tambahkan madu atau gula ke dalamnya.

Seperti dilansir dari Dilansir dari Natural Food Series, Selasa (7/5), ada beberapa manfaat dari minuman rebusan daun basil untuk kesehatan.

Kesehatan Kognitif

Penurunan kognitif atau daya pikir menjadi masalah pada lansia. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi basil sangat membantu dalam mencegah penurunan kognitif. Basil mengandung mineral seperti mangan, yang meningkatkan aktivitas pemancar elektronik di otak. Aktivitas ini dikaitkan dengan refleks mental. Basil juga mengandung tembaga, yang dapat membantu merangsang pikiran dan meningkatkan fungsinya.

Mencegah Arthritis

Arthritis adalah penyakit yang menyakitkan yang sering menyebabkan sulit berjalan. Basil juga mengandung beta-caryophyllene. Sehingga efektif sebagai manajemen nyeri. Basil mengandung bahan anti-inflamasi yang menenangkan sensasi terbakar pada sendi yang disebabkan oleh arthritis. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa tikus bebas artritis karena penggunaan basil dalam makanan mereka.

Manajemen Stres

Basil mengandung senyawa seperti adaptogen. Ini adalah senyawa yang membantu tubuh mengatasi stres emosional dan fisik. Konsumsi basil akan membantu tubuh mempertahankan fungsi yang seimbang bahkan jika menghadapi banyak tekanan. Bahkan, mengurangi kadar hormon serta kadar kortikosteron dalam tubuh.

Anti Penuaan

Basil penuh antioksidan. Kerusakan radikal bebas pada kulit bisa memicu penuaan dini. Antioksidan dalam ramuan ini akan mengurangi efek sel radikal bebas dan mencegah tubuh dan pikiran dari tekanan oksidatif yang bertahan lama.

Tulang Kuat

Kehilangan kepadatan tulang menyebabkan perkembangan tulang yang rapuh dan mudah cedera. Misalnya ancaman osteoporosis yang lebih sering terjadi pada perempuan daripada pria. Karena fakta-fakta nutrisi menunjukkan, basil adalah sumber vitamin K yang sangat baik. Vitamin K membantu menyerap kalsium dengan lebih baik.

Cegah Sel Kanker

Rebusan basil juga dapat membantu mencegah kerusakan sel akibat aksi radikal bebas. Antioksidan yang ditemukan dalam teh basil dapat mencegah cacat kromosom berkembang, sehingga mengurangi kemungkinan mutasi sel dan perubahan kanker terjadi. Teh basil berusaha mencegah kanker berulang atau remisi.

Baca: 5 Cara Turunkan Nafsu Makan Berlebihan

Tingkatkan Metabolisme

Tingkat metabolisme yang baik sangat penting untuk menjaga tubuh tetap ramping dan sehat. Basil adalah sumber mangan yang baik, yang membantu tubuh melepaskan enzim yang bermanfaat dalam memetabolisme asam amino, kolesterol, dan karbohidrat.

Mengatur Gula Darah

Penelitian telah menunjukkan bahwa rebusan basil dapat membantu mengelola kadar glukosa darah dan mengurangi kadar kolesterol. Sehingga bisa mengelola diabetes. Namun tetap hal itu dikonsultasikan dulu dengan dokter. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.