Anak Mantan Walikota Menulis Surat, Bikin Baper…


Ternyata keinginan ku tidak bisa tercapai, bahkan belum sempat ku sampaikan. Sore itu tiba-tiba datang kabar pahit yang sebelumnya tidak pernah saya dengar sedikitpun tentang hal itu. Rasanya saya seperti jatuh dari sebuah gedung yang sangat tinggi. Kaget, hancur, sedih, dan masih banyak perasaan lain bercampur dalam diriku ketika mendengarnya.Kala itu sempat terpikirkan untuk menabrakkan kendaraan yang ku kendarai saat itu. Diri ini berusaha menahan air mata untuk tidak jatuh karena mengingat sedang berpuasa, tetapi apa daya ternyata tetap tak tertahankan. Saat itu juga saya buru-buru pulang ke rumah untuk bertemu Ayah & Ibu. Orang yang pertama ku temui ketika sampai di rumah langsung memeluk ku dengan sangat tulus disertai air mata haru karena tak tega melihat ku. Dia kemudian langsung mengarahkan ku menuju ke Ayah di dalam rumah.Sayangnya, hari ini Dia sudah menjadikan dirinya seperti ‘rival’ keluarga kami. Entah apa alasannya. Tetapi bukan tentang Dia yang ingin saya ceritakan di sini. Singkat cerita; ketika akhirnya melihat Ayah, spontan diri ini langsung memeluk beliau. Dalam pelukan itu, hanya 1 kalimat singkat yang beliau bisikkan padaku: “Ayah mu bukan pencuri, Nak.” Hari itu rasanya seperti salah satu titik terendah dalam hidup ku. Rasanya semua harapan dalam diriku hilang begitu saja. Diri ini sempat berpikir ini adalah akhir dari segalanya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...