Besok Penyidik KPK Garap Menag Lukman

Selasa, 7 Mei 2019 - 16:08 WIB
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bakal digarap penyidik KPK terkait kasus jual beli jabatan di kementerianya yang menyeret Ketum PPP Romahurmuziy. (Jppn/JPG)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu bakal cecar pertanyaan soal kasus jual beli jabatan yang menyeret ketum parpol berlambang Ka’bah Romahurmuziy.

Lukman sedianya akan diperiksa pada Rabu (8/5) esok. Agenda pemanggilan tersebut merupakan penjadwalan ulang, Ini lantaran Menag Lukman sebelumnya sempat mangkir dan tak dapat menghadiri jadwal pemeriksaan pada 24 April lalu.

“Kami harap besok saksi dapat memenuhi panggilan penyidik,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/5).

Selain itu, Febri juga berharap, Lukman dapat membawa dokumen yang terkait dengan proses seleksi jabatan di Kemenag. Ini agar proses pemeriksaan bisa berjalan lancar.

“Dokumen-dokumen yang terkait dengan proses seleksi di Kemenag itu tentu bisa saja dibutuhkan dalam proses di penyidik,” ujar Febri.

Dalam perkara ini, KPK sebelumnya pernah melakukan penyegelan di ruang kerja Menag. Itu dilakukan ketika penyidik usai menggelar operasi tangkap tangan terhadap Rommy dan tersangka lainnya.

Rommy kemudian ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, ‎Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama. (JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.