Siapkan Rp416 Miliar untuk Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GOWA — Mega proyek Bendungan Jenelata yang akan dibangun di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini di gadang-gadang akan menenggelamkan delapan desa.
Kepala Dinas Permukiman dan Pertanahan Gowa, Abdullah Sirajuddin menjelaskan, jika ada penambahan jumlah desa di satu Kecamatan yang wilayahnya masuk dalam bagian pembangunan Bendungan.
Hal ini diketahui setelah studi lapangan yang dilakukan oleh pihak Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ)
“Jika awalnya hanya desa-desa di Kecamatan Manuju maka saat ini pembangunan Bendungan juga berencana mengambil desa di Kecamatan Bungaya dengan total perkiraan kebutuhan luas lahan mencapai 1.702,81 hektar,” beber Abdullah, Selasa, 7 Mei.
Total luasan 1.702,81 hektar, itu akan di manfaatkan untuk lahan konstruksi seluas 70,83 hektar, untuk quarry/akses dan lainnya seluas 199,80 hektar, fasilitas umum 2,23 hektar, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 hektar, dan kebutuhan lahan untuk greenbelt seluas 209,35 hektare.
Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan, mengaku telah melakukan sosialisasi dengan masyarakat mengenai rencana pembangunan bendungan Jenelata.
Yang jelas kata dia, pihak Pemkab Gowa siap memfasilitasi untuk bisa mempercepat pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek pembangunan bendungan Je’nelata.
Untuk itu, dia meminta masyarakat tidak menjual lahan atau tanahnya kepada pihak lain selain pemerintah terkait proses pembebasan lahan untuk mega proyek Bendungan Jenelata. Apalagi pemerintah telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp460 Miliar dengan harapan dapat segera diserap.
“Pemerintah akan membeli lahan atau tanah warga yang akan jadi wilayah pembangunan bendungan dengan harga yang wajar. Apalagi, saat ini sedang dilakukan taksasi oleh pihak appresial untuk menentukan harga tanah,” tegasnya. (ica) 
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...