Terdampar di Laut, Selamat karena Jadikan Mayat sebagai Pelampung

Selasa, 7 Mei 2019 - 20:45 WIB

FAJAR.CO.ID, BINTAN — Speed boat yang mengangkut 10 orang terdiri delapan TKI dan dua Tekong dari Malaysia menuju Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam, tenggelam di sekitaran perairan Nongsa Batam, Kepulauan Riau.

Kejadian ini terjadi setelah mereka berangkat dari Malaysia pada Minggu (5/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

Dari 10 orang penumpang tersebut, tiga orang ditemukan selamat terdampar di perairan Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan pada Selasa (7/5) pagi.

Seorang nelayan bernama Aboh, yang kebetulan melaut melihat seorang TKI hanyut di depan Perairan Hotel Nirwana Lagoi.

Korban bernama Zulhakimi Juni Saputra alias Zul selanjutnya dibawa ke Puskesmas di Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi.

Sedangkan dua TKI lainnya masing-masing bernama Nasrudin dan Fahmi ditemukan di depan perairan Banyan Tree, Lagoi. Keduanya ditemukan nelayan bernama Yono.

Zul mengatakan bahwa penumpang speed boat yang mereka tumpangi ada 10 orang terdiri dari tujuh orang laki-laki dan tiga perempuan, satu di antaranya anak perempuan.

Saat itu, speed boat yang mereka tumpangi tiba-tiba terbakar di perairan Teluk Mata Ikan, Nongsa. Para TKI tersebut berusaha menyelamatkan diri dengan berenang.

Nahas menurut Zul, ada satu penumpang di speedboat yang meninggal dunia. Jenazah itu pun dijadikannya sebagai pelampung.

Selanjutnya dia hanyut hingga akhirnya ditemukan terdampar di perairan sekitaran Lagoi, Desa Sebong Lagoi.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur membenarkan ada tiga korban ditemukan terdampar di perairan Sebong Lagoi. Ketiganya ialah TKI yang berangkat dari Malaysia tujuan Batam.

“Ada tiga orang yang ditemukan terdampar dalam kondisi selamat,” kata dia.

Ketiganya sudah dibawa ke markas Polsek Bintan Utara untuk dimintai keterangan.

Camat Teluk Sebong Sri Heni membenarkan ada tiga TKI yang ditemukan nelayan setempat terdampar dalam kondisi selamat di perairan Sebong Lagoi.

“Tadi sudah dibawa ke Puskesmas,” kata dia.

Dia mengatakan, kalau menurut TKI yang selamat bahwa mereka berjumlah 10 orang dari Malaysia tujuan Batam. Dari 10 orang, tiga ditemukan terdampar, sedangkan menurut TKI ada temannya yang meninggal.

Dari keterangan ini, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian karena menurut salah seorang TKI, ada temannya yang meninggal dunia.

Kemudian pihaknya bersama pihak kepolisian menyisir pulau di depan perairan Lagoi, namun tidak ditemukan mayat yang meninggal seperti diceritakan TKI.”Kita juga sudah koordinasi dengan BP3TKI,” kata dia. (JPNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.