Tidak Ingin Anak, Ibu Gorok Bayinya yang Berusia 5 Hari

Selasa, 7 Mei 2019 - 07:51 WIB
Pelaku memposting foto bayinya sebelum membunuhnya/Facebook

FAJAR.CO.ID, NEW JERSEY—Seorang ibu membunuh putrinya yang berumur lima hari karena dia tidak menginginkan bayinya. Hiralbahen Bhavsar, 29, ditangkap di Little Ferry, New Jersey pada hari Kamis lalu setelah pihak berwenang mengatakan dia mengiris leher dan lengan bayi itu dengan pisau.

Dia menelepon polisi ke rumahnya dengan alasan dia sakit dada dan mengatakan kepada petugas yang menjawab bahwa suaminya, Jaymin, mencoba membunuhnya di apartemen Liberty Street mereka. Jaymin diborgol, tetapi anggota keluarga lain yang ada di rumah mulai berteriak: “Tidak, tidak, bukan dia,” menurut NorthJersey.com.

Polisi menulis, sang ibu kemudian mengakui perbuatannya. “Pada saat itu, Hiralbahen keluar dari kamar tidur belakang dan mulai menyatakan, ’Tidak, tidak, bukan dia. Saya melakukannya. Saya membunuh bayi saya’,” kata polisi.

Petugas kemudian menemukan bayi tak bernyawa di kamar tidur dengan luka di lengan dan lehernya. Polisi menanyai Hiralbahen, yang mengatakan kepada mereka bahwa dia ‘tidak menginginkan bayinya’ dan dia membunuh anak itu.

Jaymin mengatakan kepada penyelidik bahwa keluarganya sedang makan malam ketika bayi itu mulai menangis, jadi istrinya membawa bayi itu ke kamar tidur belakang. Dia mengatakan Hiralbahen kemudian meninggalkan kamar tanpa bayi, mengambil sesuatu dari dapur, lalu kembali ke kamar tidur dan mengunci pintu. Hanya beberapa jam sebelum penikaman, Dia memposting foto dirinya dengan anak dan suaminya, demikian laporan Fox.

Tetangga Aradhana Thakur mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah ibu itu berjuang dengan depresi pascapersalinan, dan mengklaim Hiralbahen tampak ‘normal.’ “Aku melihatnya kemarin dan dia tampak baik-baik saja, normal, tapi aku pikir dia pasti akan mengalami semacam depresi karena tidak ada ibu yang bisa melakukan ini terhadap anaknya,” katanya.

Hiralbahen Bhavsar didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama dan kepemilikan senjata untuk tujuan yang melanggar hukum, menurut Kantor Kejaksaan Kabupaten Bergen. (Metro/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.