Ambisi Besar Ajax Menantang Liverpool di Final Liga Champions

Rabu, 8 Mei 2019 - 08:42 WIB
Erik Ten Hag ingin juara Liga Champions/UEFA

FAJAR.CO.ID, AMSTERDAM—Ajax percaya diri menyambut Tottenham Hostpur di leg kedua babak semifinal Liga Champions 2018/2019. Setelah menjuarai KNVB Beker, akhir pekan lalu,  De Amsterdammers kini sangat ambisius dan percaya diri lolos ke final untuk menantang Liverpool.

Klub Belanda itu memenangkan trofi pertama mereka musim ini dengan kemenangan atas Willem II di De Kuip. Gol dari Daley Blind dan Rasmus Kristensen yang mengapit sepasang gol Klaas-Jan Huntelaar itu memastikan Ajax menang 4-0 dan mengakhiri lima tahun paceklik gelar mereka.

Keberhasilan merengkuh trofi Piala Belanda itu membuat anak asuh Erik ten Hag tetap dalam perburuan treble winners. Seperti diketahui, Ajax kini juga memimpin Eredivisie dengan keunggulan selisih gol atas juara bertahan PSV. Sementara di semifinal Liga Champions, mereka sudah separuh jalan menuju final setelah menang 1-0 di Tottenham Stadium.

Ten Hag menegaskan Ajax tidak akan puas jika mereka gagal mencapai lebih banyak kesuksesan musim ini. Dan ia membidik Spurs di Johan Cruyff ArenA, sebagai korban berikutnya. “Pada akhirnya ini semua tentang trofi. Kami telah berjuang untuk ini sepanjang tahun dan hadiah pertama telah tiba. Tetapi kami belum puas. Itu tidak cukup,” kata Ten Hag di BeSoccer.

Jika melihat sepak terjang Ajax musim ini, sangat wajar jika mereka punya ambisi besar. Di Liga Champions, mereka tampil begitu memukau dengan barisan pemain mudanya. Selain menyingkirkan juara bertahan, Real Madrid dan favorit pemenang, Juventus, mereka juga bisa mengimbangi Bayern Munchen di fase grup.

“Sudah terlalu lama sejak Ajax memenangkan sesuatu. Kami memiliki musim yang hebat, tetapi kami membutuhkan sesuatu yang nyata. Kami sekarang memiliki itu, tetapi kami menginginkan lebih,” lanjut pelatih berkepala plontos itu.

Ten Hag pun meminta pasukannya mengakhiri euforia juara mereka dan fokus pada laga Spurs. Dengan kemenangan 1-0 di leg pertama, klub berjuluk De Amsterdammers itu kini hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke partai puncak menghadapi pemenang semifinal lainnya yang mempertemukan Barcelona dan Liverpool.

“Kami akan selalu memiliki kenangan tentang Real Madrid dan Juventus, tetapi pada akhirnya itu semua tentang mendapatkan sesuatu yang nyata, dan itu berarti gelar. Kami sudah mendapatkan piala, tetapi harus mengarah ke lebih banyak,” tegasnya di NOS.

Bek Ajax, Daley Blind, menggemakan ambisi sang pelatih yang membidik gelar kelima Liga Champions untuk klub. Mantan pemain Manchester United itu juga menegaskan bahwa kemenangan di Piala Belanda memberi mereka motivasi besar menyambut Spurs.

“Saya belum memenangkan hadiah ini. Dua kali saya bermain final dengan Ajax, tetapi dua kali salah. Saya benar-benar ingin memenangkan piala ini. Luar biasa bahwa kami sekarang telah berhasil. Kami membutuhkan kompetisi ini sebagai persiapan yang ideal untuk hari Rabu (Kamis melawan Spurs). Kami menginginkan piala. Ini adalah yang pertama, semoga akan lebih banyak yang mengikuti,” ujar Blind.

Di pihak Spurs, harus menang dua gol atau unggul minimal 2-1 untuk lolos dengan keunggulan gol tandang, mereka siap merusak mimpi besar Ajax. Spurs yang memburu sejarah untuk lolos kali pertama ke final Liga Champions menyebut ini adalah laga final bagi mereka.

“Kami memiliki dua final di hadapan kami yakni melawan Ajax dan Everton. Tidak ada yang percaya kita akan berada di posisi ini di minggu terakhir kompetisi. Kami berada dalam posisi di mana itu tergantung pada kami untuk berada di final (Liga Champions) atau tidak,” kata Manajer Spurs, Mauricio Pochettino di situs klub.

Pemain Spurs juga belum menyerah. Dengan rekor kandang Ajax di Liga Champions yang kurang meyakinkan, gelandang Moussa Sissoko mengatakan Tottenham siap menyerang tuan rumah dan mencetak sejarah baru bagi klub London Utara.

“Saya pikir minggu ini akan menjadi yang terbesar musim ini bagi kami karena, jika kami mengalahkan Ajax, kami bisa berada di final Liga Champions dan itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi semua orang,” katanya di The Guardian.

Sissoko menyebut, gol cepat akan menjadi kunci di pertandingan ini. Jika bisa mencuri gol di awal laga, ia percaya tuan rumah akan gugup. Karena itu, Spurs kata Sissoko harus memainkan gaya permainan sendiri dan lebih ofensif sejak peluit dibunyikan.

“Kami tahu kami harus mencetak gol secepat mungkin. Jika kami memiliki kesempatan mencetak satu gol, permainan akan menjadi 50-50. Jika kita bisa mencetak dua gol tandang, kita tahu itu akan sulit bagi mereka. Kami harus memastikan bahwa kami mencetak gol pertama, bukan kebobolan dan setelah kami akan melihat apa yang terjadi,” jelas pemain Prancis itu.

Ini akan menjadi duel keempat kedua kedua klub. Selain pertemuan di leg pertama lalu, sebelumnya Ajax dan Spurs bertemu di putaran pertama Piala Winners 1981/1982. Saat itu, Spurs unggul agregat 6-1. Setelah menang 3-1 di Amsterdam, Spurs kemudian menggasak Ajax tiga gol tanpa balas di London. Spurs yang belum bisa diperkuat Harry Kane saat itu lolos hingga babak semfinal sebelum dihentikan Barcelona. (amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.