Bocah 12 Tahun Ini Rawat 5 Adiknya Setelah Ibunya Meninggal

Rabu, 8 Mei 2019 - 10:48 WIB

FAJAR.CO.ID, NEGERI SEMBILAN–Seorang bocah berusia 12 tahun, Muhammad Aiman ​​Syazwan Mohd Fouzi terpaksa mengembang tugas sebagai kepala keluarga. Dia harus mengurus lima adik-adiknya yang barusia 2 tahun hingga 10 tahun.

Peran kepala keluarga itu terpaksa dilakukan setelah ibunya meninggal karena kecelakaan. Sementara ayahnya, masih sementara mendekam di dalam penjara.

Sudah hampir dua minggu bocah laki-laki itu merawat empat saudara perempuan dan satu saudara laki-lakinya.

Ibunya, Nor Amira Sahran tewas dalam kecelakaan di jalan pada 25 April di Ladang Sungai Baru, ketika kembali ke rumah dari pekerjaan di Rembau Bank Simpanan Nasional.

Berita tragis yang menimpa keenam anak itu menjadi viral di media sosial dan dengan cepat menarik perhatian publik.

Di rumah bibinya, Nor Azila Sahran pada hari Rabu (8 Mei), siswa kelas enam itu mengatakan, dia beradaptasi dengan peran barunya sebagai kepala keluarga.

“Rutinitas ibuku adalah menyiapkan sarapan untuk kami sebelum berangkat kerja. Ibu juga akan mengambil Yana (Nor Aina Syazliana) dari TK setelah shift dan Lin (Nor Aina Syazlin) dan Lina (Nor Aina Syazlina) dari sekolah pukul 13.35,” katanya seperti dilansir channelnewsasia, Rabu, 7 Mei.

“Setelah itu, ibu saya akan membawa saya dan Wani (Nor Aina Syazwani) di malam hari setelah kelas tambahan di sekolah dan akan berada di rumah untuk merawat Rizal (Muhammad Aiman ​​Syazrizal) sebelum pergi bekerja di malam hari,” katanya lagi.

Muhammad Aiman ​​Syazwan mengatakan, ibunya telah mengajarinya cara membantu merawat saudara-saudaranya jika dia tidak ada.

“Kadang-kadang ketika ibu saya tidak di rumah, saya akan memasak untuk saudara perempuan dan lelaki saya seperti mie instan, nasi dan sosis yang ditugaskan ibu saya,” katanya.

Beruntung bibinya, Nor Azila, 38, mengatakan dia akan merawat enam keponakannya. “Saya mengingatkan mereka sejak mereka masih bayi dan selama liburan sekolah mereka akan tinggal bersama saya. Anak bungsu sebenarnya disusui oleh saya dan saya menganggap mereka sebagai anak-anak saya sendiri,” kata ibu rumah tangga itu.

Departemen Kesejahteraan Sosial Negeri Sembilan, melalui Kantor Kesejahteraan Rembau, memberikan RM300 kepada Nor Azila sebagai kontribusi awal pada hari Senin.

Baca: Tanggapi Ancaman Iran, AS Kerahkan Pembom B-52

Kantor Kesejahteraan Rembau telah memintga Nor Azila untuk meminta bantuan anak-anak dan menghubungi organisasi lain yang dapat memberikan bantuan lain untuk anak-anak itu.

“Departemen Kesejahteraan melalui kantor Rembau akan terus memantau wali dan anak-anak dari waktu ke waktu tentang kemajuan anak-anak,” sebutnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.