BPJS Kesehatan Sebut Manejemen Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang Lelet Setor Klaim

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO –Direktur Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, dr Iswan Sanabi, beralasan krisis obat dan alat habis pakai diakibatkan BPJS Kesehatan.

Kata dia, klaim Januari sampai Maret belum dicairkan BPJS Kesehatan. Sehingga terjadi defisit keuangan dan rumah sakit tidak bisa membayar utang obat ke rekanan penyedia obat.

“Sementara BPJS lah satu-satunya. Ada dana DAK. Tapi kan masih berproses,”katanya menyebut utang rumah sakit ke rekanan penyedia obat, kisaran Rp3 miliar lebih.

Namun pihaknya mengaku telah melakukan tindakan dengan menggunakan kas rumah sakit yang besarnya Rp4 miliar untuk memesan obat. “Insya Allah sore ini mudah-mudahan sudah ada,”katanya, Rabu (8/4/19).

Kepala BPJS Bulukumba yang membawahi Jeneponto dan Bantaneg, Eka Arini menepis pernyataan rumah sakit. Belum lama ini, klaim 2018 dikaui sudah dicairkan sebesar Rp8 Milar, ditambah denda keterlambatan sebesar 1 persen.

Sedangkan klaim Januari hingga Maret, dia menyalahkan rumah sakit yang selalu lelet menyetor pengajuan klaim. “Januari itu baru di ajukan bulan lalu. Bagaimana caranya cepat cair. Kita kan ada proses verifikasi dulu,”tegasnya.

Lanjut dia, seharusnya rumah sakit jangan merugikan peserta BPJS. “Jika ada masalah obat, yah bagaimana caranya diselesaikan,”tambahnya. (mum)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment